Smartphone Ubah Manusia jadi ‘Zombie’

06/03/2017 0 Comments
Smartphone Ubah Manusia jadi ‘Zombie’

Photo: Net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Smartphone telah menjadi bagian hidup manusia yang tak terpisahkan. Namun, jika salah dalam penggunaannya, keberadaan smartphone dapat mengakibatkan berbagai dampak buruk. Contohnya adalah kecanduan smartphone.

Mereka yang terobsesi berat pada smartphone sanggup menatap layar smartphone hingga 4 jam atau lebih dalam setiap harinya. Sedangkan, bagi pengguna smartphone normal hanya menghabiskan waktu tak sampai 3 jam per harinya.

Hal tersebut memicu sebuah kata yang disebut ‘zombie smartphone.’ Berikut ini sejumlah bukti kalau manusia sudah diubah menjadi zombie oleh smartphone.

‘Smombie’ di Jerman

Pada tahun 2015, frase ‘Smombie’ jadi Youth World of The Year resmi di Jerman. Smombie adalah perpaduan kata dari smartphone dan zombie. Pengguna smartphone berjalan dengan menatap layar smartphone-nya. Mereka pun terlihat berjalan pelan dengan arah kurang beraturan seperti layaknya zombie.

Bahkan, di Jerman sendiri sudah ada beberapa kejadian kecelakaan Trem akibat pejalan kaki terlalu sibuk dengan smartphone-nya. Atas kejadian itu Pemerintah Kota Augsburg dan Cologne memasang lampu lalu lintas bagi pejalan kaki, guna mengindari kecelakaan Trem.

Di China ada lajur smartphone buat pejalan kaki

Bulan September 2014 silam, di Chongqing, China, sebuah trotoar bagi pengguna smartphone diperkenalkan ke publik. Lajurnya dibedakan hanya dengan cat putih seperti halnya perbedaan lajur di jalan raya.

Pembedaan lajur ini membuat para pengguna smartphone lebih waspada saat mereka terpaku pada smartphone dan berjalan layaknya zombie. Lajur serupa juga pernah dibuat oleh NatGeo TV di Washington DC sebagai bagian dari eksperimen sosial.

Sindrom Phantom Phone Alerts

Hal yang menyebabkan seseorang jadi zombie smartphone yaitu ketidaknyamanan untuk tidak menatap layar smartphone, meski pun hanya sebentar. Bila ada sedikit saja waktu senggang, tidak enak rasanya kalau tidak mengecek notifikasi apa yang muncul di smartphone.

Bahkan, sebuah fenomena dialami hampir semua orang, yakni mendengar hape kita bunyi atau getar, tapi saat diperiksa ternyata tidak ada apapun. Ini adalah fenomena bernama phantom phone alerts yang secara nyata menjadi tanda dari ketagihan smartphone.

Menurut Daniel Kruger, ilmuwan dari University of Michigan, bahwa saat seseorang mengalami kecanduan maka ia jadi sangat sensitif terhadap rangsangan yang datang. “Tanpa ada yang menghubungi kita, tapi kita akan merasa smartphone bergetar atau berbunyi,” terang Daniel.

Lampu trotoar di Belanda

Pada bula Februari 2016, sebuah kota di Belanda bernama Bodegraven memasang lampu trotoar supaya para zombie smartphone tak melewati batas trotoar, sehingga tidak dihujam kendaraan di jalan. Lampu trotoar tersebut dipasang di perempatan ramai yang dekat dengan sekolah.

Lampu berbentuk garis itu didesain mencolok agar mudah dilihat, meski mata seseorang terpaku ke smartphone-nya. Warnanya didesain sama dengan sinyal lalu lintas untuk pejalan kaki, yakni merah untuk berhenti dan hijau untuk jalan.

‘Suku kepala tunduk’ di Hong Kong

Berdasarkan riset yang dilakukan Ipsos Group Research, 80 persen lebih penduduk Hong Kong dari umur 15-34 tahun memiliki smartphone. Masyarakat Hong Kong pun disebut sebagai masyarakat yang terobsesi pada smartphone. Bahkan uniknya ada frase dalam bahasa China Kanton yang menjelaskan fenomena tersebut, yaitu ‘dai tau juk’ atau arti dalam bahasa Indonesia kira-kira ‘Suku kepala tunduk.’

Hal itu muncul dikarenakan secara stereotip kegiatan orang-orang yang terpaku pada smartphone di tempat umum cukup membahayakan. Perusahaan kereta bawah tanah di Hong Kong, MTR Corporation, menyebutkan, para pengguna smartphone kerap berjalan ke arah kereta, memenuhi koridor, maupun berhenti di bawah eskalator untuk membalas chat. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!