Terkait Sejarah Masuknya Islam, Situs Pangrumasan di Cigayam Ciamis Perlu Dilestarikan

20/03/2017 2 Comments
Terkait Sejarah Masuknya Islam, Situs Pangrumasan di Cigayam Ciamis Perlu Dilestarikan

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Situs Pangrumasan di Dusun Sukamaju, RT 02 RW 07, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis merupakan sebuah situs bersejarah. Situs tersebut menyimpan cerita tentang sejarah masuknya ajaran Islam ke wilayah Cigayam beberapa abad yang lalu.

Situs Pangrumasan sampai saat ini masih sering didatangi peziarah, baik lokal maupun dari luar wilayah Ciamis. Di situs ini juga terdapat beberapa benda pusaka peninggalan mendiang Kyai Bagus Santri Apu Putera yang tersimpan rapi di dalam sebuah bangunan khusus.

Kyai Bagus Santri Apu Putera adalah sosok ksatria yang pertama kalinya menyebarkan ajaran Islam di tatar sunda, tepatnya di daerah Cigayam dan sekitarnya.

Menurut cerita salah satu mantu keturunan mendiang Kyai Bagus Santri Apu Putera, Edi Santana, ketika ditemui Koran HR, Senin (13/03/2017) lalu, mengungkapkan, Situs Pangrumasan adalah tempat dimana Kyai Bagus Santri Apu Putera membangun sebuah padepokan serta menyebarluaskan ajaran Islam.

“Beliau (Kyai Bagus Santri Apu Putera) menghilang (Tilem) dan meninggalkan ciri yang sekarang menajadi pusat sejarah situs Pangrumasan,” katanya.

Lebih lanjut, Edi mengisahkan, Kyai Bagus Santri Apu Putera menyebarluaskan ajaran Agama Islam dengan cara menggunakan pementasan wayang kulit dan iringan gamelan. Hingga akhirnya, saat itu, banyak warga yang tertarik dan ikut kepadanya serta menganut ajaran agama Islam.

“Beliau adalah keturunan keenam dari mendiang Solwasalam Pundika Kyai Sajati Apu Putera yang mewarisi tahta keturunan penyebar Agama Islam ke daerah ini. Semasa hidupnya beliau terkenal sangat santun serta mempunyai banyak santri. Beliau selalu berkeliling syiar agama dengan menggunakan peragaan wayang,” katanya.

Banyak warga yang tertarik untuk ikut menjadi salah satu pengiring (nayaga) dan belajar memainkan wayang. Disitu Kyai Bagus Santri Apu Putera memberikan syarat kepada warga, jika ingin belajar wayang harus terlebih dulu mengucapkan dua kalimat syahadat serta menjalankan syareat Islam.

“Padepokan ini berdiri sekitar abad ke 16. Mungkin situs ini lebih tua dari situs Raden Dalem Arya Jaya Diningrat yang ada di Tasikmalaya. Karena dalam sejarahnya, dulu itu kanjeng dalem Raden Arya Jayadiningrat datang ke padepokan ini dan membawa menara mesjid serta book (buku silsilah keturunan/ istri serta seluruh anak keturunan Kiyai Bagus Santri),” jelas Edi.

Berdirinya padepokan Pangrumasan, lanjut Edi, kurang lebih di masa abad ke 16 saat itu masih jaman kerajaan. Kyai Bagus Santri Apu Putra bukanlah seorang raja. Beliau hanya seorang ksatria yang mengembara serta menyebarluaskan ajaran Islam.

Di dalam situs Pangrumasan terdapat beberapa patilasan Kyai Bagus Santri Apu Putra, serta benda bersejarah seperti, keris, tumbak, kitab, gamelan yang terdiri dari kenong dan goong, batu peluru dan yang lainnya. (Suherman/Koran HR)

About author

Related articles

2 Comments

    Leave a Reply