Terkait Uji Petik Pajak Reklame, DPRD Bantah Bidik Baligho Balon Bupati Ciamis

23/03/2017 0 Comments
Terkait Uji Petik Pajak Reklame, DPRD Bantah Bidik Baligho Balon Bupati Ciamis

Baligho bakal calon bupati Ciamis yang sudah bertebaran di sejumlah sudut kota di Kabupaten Ciamis. Foto: Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ketua Komisi II DPRD Ciamis, Ganjar M. Yusuf, menegaskan, pihaknya bersama Pemkab yang merencanakan akan melakukan uji petik pajak terhadap sejumlah reklame yang terpasang di wilayah Kabupaten Ciamis, bukan untuk membidik baligho Bakal Calon (Balon) Bupati Ciamis yang belakangan sudah bertebaran di beberapa sudut kota. Menurutnya, uji petik dilakukan dalam rangka menggali potensi PAD dari sektor pajak reklame.

“Bukan untuk kepentingan itu (baligho Balon Bupati). Kami melakukan uji petik karena melihat ada peluang untuk menggali PAD dari sektor pajak reklame. Karena setelah tadi kami melakukan rapat kerja dengan beberapa SKPD terkait, ternyata banyak reklame yang belum dipungut pajak,” ujarnya, kepada Koran HR, usai menggelar rapat koordinasi dengan beberapa SKPD, di Gedung DPRD Ciamis, Selasa (21/03/2017).

Menurut Ganjar, reklame yang belum dipungut pajak, yakni seperti plang iklan produk komersil yang terpasang di depan toko. Dia mengatakan, di seluruh toko seperti counter handphone ataupun toko bangunan di Ciamis, dipastikan terpampang plang iklan sejumlah produk komersil.

“Tadi sudah saya tanyakan ke bagian pemungut pajak bahwa mereka mengakui belum memungkut pajak terhadap reklame produk komersil yang dipasang di depan toko. Makanya, kami akan menginventarisir langsung turun ke lapangan untuk melihat potensi PAD tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kata Ganjar, melalui uji petik lapangan, pihaknya pun ingin membuktikan apakah sejumlah reklame yang terpasang di setiap sudut kota di wilayah Kabupaten Ciamis seluruhnya sudah membayar pajak.

“Kita ingin cek langsung ke lapangan. Nanti akan kita cek secara acak. Apabila ditemukan reklame yang belum membayar pajak, maka harus ditindak saat itu juga. Begitu pun reklame yang sudah habis masa ijinnya. Makanya, dalam uji petik nanti, kami akan membawa petugas Satpol PP sebagai pihak eksekutor penindakan,” terangnya.

Sementara terkait maraknya baligho balon bupati, menurut Ganjar, tidak masalah. Asalkan saat pemasangan baligho tersebut mereka menempuh ijin dengan memberikan surat pemberitahuan kepada dinas terkait. “Tidak harus bayar pajak. Asalkan memberikan surat pemberitahuan. Dari surat pemberitahuan itu, nanti petugas menunjukan lokasi yang sudah ditetapkan sebagai spot reklame. Jadi, untuk baligho bagi kami buka persoalan,” ujarnya.

Kecuali, lanjut Ganjar, Baligho yang dipasang di tempat terlarang. Untuk baligho yang melanggar aturan, lanjut dia, akan turut dibersihkan dalam operasi uji petik tersebut. “ Apalagi baligho yang ditempel memakai paku di pohon. Itu sudah melanggar aturan lingkungan hidup. Apabila ditemukan akan langsung dibersihkan,” tegasnya. (Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!