AKB dan AKI di Ciamis Diharapkan Bisa Terus Ditekan

AKB dan AKI di Ciamis Diharapkan Bisa Terus Ditekan

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis,  (harapanrakyat.com), –

Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ciamis setiap tahun mengalami penurunan. Penurnan tersebuut tidak terlepas dari adanya kerjasama yang baik serta kesadaran masyarakat dan pemerintah.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis,  Casuli,  saat ditemui Koran HR, Senin (17/04/2017) lalu, mengatakan, sepanjang tahun 2017 (Januari-Maret) AKI di Ciamis baru tercatat 1 kasus/ orang. 

Tahun 2016 lalu, kata Casuli, AKI di Kabupaten Ciamis mencapai 15 kasus/ orang. Angka tersebut sama dengan AKI Kabupaten Ciamis tahun 2015. “Persoalan mati memang tidak ada yang tahu. Kita berharap tidak ada satupun kasus yang terjadi,” katanya.

Casuli menjelaskan, AKI di Kabupaten Ciamis terjadi akibat pendarahan dan hipertensi dalam kehamilan. Hal itu juga dipengaruhi dan dilatarbelakangi masalah ekonomi dan pendidikan.

Berkaitan dengan AKB, Casuli mengungkapkan, pada tahun 2015 angkanya mencapai 176 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 mencapai 136 kasus. Di triwulan pertama tahun 2017, angkanya mencapai 34 kasus.

Kematian bayi di Kabupaten Ciamis, lanjut Casuli, disebabkan karena berat bayi lahir rendah atau kurang dari 2,5 kilogram. Selain itu, usia kehamilan kurang, asfiksia, dan faktor yang lainnya.

“Untuk langkah preventif, akan ada program sarua ngabina, yaitu satu ibu hamil satu mahasiswa. Ini kita lakukan kerjasamanya dengan perguruan tinggi,” ucapnya.

Casuli berharap, AKI dan AKB di Kabupaten Ciamis terus bisa ditekan seiring peningkatan program kegiatan Pembinaan Kesejahteraan keluarga (PKK). PKK merupakan gerakan masyarakat yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan keluarga. (DSW/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles