Akibat Jarak dan Kondisi Jalan, Warga Sidamulih Ciamis Terkendala Dapatkan Layanan Kesehatan

25/04/2017 0 Comments
Akibat Jarak dan Kondisi Jalan, Warga Sidamulih Ciamis Terkendala Dapatkan Layanan Kesehatan

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Penanganan serta pelayanan ibu hamil dan melahirkan di wilayah Desa Sidamulih dan Mekarmulya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis dikeluhkan warga. Pasalnya, jarak wilayah Desa Sidamulih ke pusat kesehatan cukup jauh kendati disana terdapat Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

Kepala Desa Sidamulih, Tati Karyati, ketika ditemui Koran HR, Senin (17/04/2017) lalu, mengatakan, selama ini penanganan kasus terhadap ibu hamil dan melahirkan masih sangat lemah meski ada perhatian khusus dari pemerintah.

Tidak jarang, kata Tati, dalam kasus tersebut ibu hamil sering melahirkan di tengah jalan lantaran jauhnya jarak menuju pusat kesehatan. Selain itu, hancurnya medan jalan menjadi salah satu kendala beberapa kasus ibu melahirkan di wilayah Sidamulih dan Mekarmulya.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga, terutama penanganan ibu hamil dan melahirkan. A kibat minimnya peralatan medis serta radius jarak tempuh menuju pusat kesehatan yang teramat jauh beberapa kasus ibu melahirkan di tengah jalan sering terjadi,” katanya.

Bahkan, Tati mengungkapkan, belum lama ini terdapat dua kasus bayi meninggal dunia akibat sulitnya mendapatkan pelayanan perawatan medis. Dua kasus itu terjadi akibat minimnya fasilitas pertotolongan dini serta peralat medis.

“Dalam kasus yang baru-baru ini terjadi, bayi meninggal saat tengah membutuhkan perawatan tim medis. Kami dibantu petugas (bidan desa) telah berupaya membawa pasien ke rumah sakit,” katanya.

Tapi sayang, lanjut Tati, pelayanan kesehatan sangat sulit didapat meski dalam kondisi darurat. Saat itu Tati dan pasien ditolak pihak rumah sakit baik yang ada di Banjar maupun yang ada di Ciamis. Kedua rumah saki menolak dengan alasan ruangan penuh.

“Padahal semestinya kondisi seperti ini tidak harus terjadi. Pihak terkait setidaknya melakukan tindakan awal terlebih dahulu demi menolong nyawa sang bayi,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Tati berharap, persoalan kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan sudah semestinya menjadi sorotan dan pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Agar tidak ada lagi kasus penolakan pasien di beberapa rumah sakit hanya karena beralasan tidak ada ruang rawat inap yang kosong,” katanya. (Suherman/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!