Akibat Keterbatasan Komputer, UNBK di SMKN 3 Banjar Dilaksanakan Tiga Sesi

10/04/2017 0 Comments
Akibat Keterbatasan Komputer, UNBK di SMKN 3 Banjar Dilaksanakan Tiga Sesi

Siswa SMKN 3 Banjar, tampak serius mengerjakan soal-soal dalam UNBK. Akibat keterbatasan komputer, UNBK di sekolah itu terpaksa harus dilaksanakan secara bergiliran. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK di Kota Banjar yang digelar secara serentak mulai hari Senin-Kamis (03-06/04/2017), berjalan lancar, meskipun ada sekolah yang memiliki keterbatasan komputer.

Seperti terpantau di SMKN 3 Banjar, dengan keterbatasan jumlah komputer yang ada, maka imbasnya UNBK harus dibagi tiga sesi agar semua peserta ujian yang berjumlah 355 siswa bisa terakomodasi.

“Sampai pelaksanaan UNBK hari ini, alhamdulillah berjalan lancar. Ada sebanyak 355 siswa peserta UNBK di sekolah ini, dan komputernya hanya ada 120 unit. Jadi terpaksa dibuat tiga sesi dalam setiap hari pelaksanaannya,” terang Kepala SMKN 3 Banjar, H. An-Nur, saat ditemui Koran HR, Senin (03/04/2017) lalu.

Tiga sesi tersebut yaitu pukul 07.30 WIB, 10.30 WIB dan 13.30-15.30 WIB, terbagi ke dalam empat ruangan. Dengan pola seperti ini, siswa peserta yang terdiri dari laki-laki 216 orang dan perempuan 139 orang itu, mengikuti UNBK secara bergiliran.

“Meski dilakukan bergilir, dalam setiap sesinya dan di setiap komputer itu soalnya berbeda, tapi masih dalam koridor bobot yang sama. Jadi kemungkinan siswa saling nyontek atau berbuat curang tak akan terjadi,” katanya.

Walaupun dilakukan secara bergiliran, lanjut An-Nur, namun SMKN 3 Banjar ini telah menjalankan UNBK sesuai aturan, yaitu mampu menyediakan perangkat komputer minimal satu banding tiga dari jumlah peserta ujian.

Di hari pertama, peserta mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan 50 soal. Kemudian, hari kedua mata pelajaran Matematika sebanyak 40 soal, berikutnya Bahasa Inggris 50 soal, dan hari terakhir Kamis, yaitu Teori Kejuruan 40 soal. Semua soal pilihan ganda.

Siswa peserta yang tidak dapat mengikuti UNBK pada jadwal tersebut dikarenakan sakit, diberikan toleransi UNBK susulan pada tanggal 18 April mendatang. Jika masih tak bisa ikut, terpaksa harus mengikuti kembali pada masa ujian tahun depannya.

“Jadi sekali lagi, pada intinya pelaksanaan UNBK di sekolah ini tak menemui kendala dalam hal jaringan internet atau listrik padam. Kalaupun itu terjadi, sudah kita antisipasi dengan menyiapkan mesin genset, sehingga siswa tak akan terganggu dan tetap fokus mengerjakan soal ujian,” tandas An-Nur.

Sementara itu, salah satu siswa peserta ujian, Sukma Abdul Kholik, jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), mengaku tidak grogi menjalani UNBK, justru malah merasa nyaman.

“Dibanding ujian manual, kita lebih suka ujian dengan sistem seperti ini karena lebih mempermudah dan efektif. Kita tinggal login dan masukan pasword. Intinya tak ada kesulitan, dan bisa lebih fokus ke soal ujian. Semoga saja dapat lulus memuaskan,” ungkapnya.

Namun, dirinya menyarankan untuk pelaksanaan UNBK kedepan, peserta dibuat lebih dibuat nyaman, seperti pengawas bisa lebih komunikatif. Begitu pula segi kelengkapan perangkat komputer harus diutamakan dan diperhatikan.

“Semua itu diperlukan demi perbaikan pelaksanaan ujian berbasis online,” harap Sukma.

Di tempat terpisah, Ketua MKKS SMK Kota Banjar, Dede Ruslianto, menyebutkan, bahwa peserta UNBK SMK di Kota Banjar diikuti sebanyak 2.116 siswa dari 13 SMK yang ada, yaitu terbagi 4 SMK negeri dan 9 SMK swasta.

“Hasil UNBK ini nantinya bukan jaminan kelulusan siswa. Artinya, lulus tidaknya siswa ditentukan oleh masing-masing sekolah dengan memperhatikan standar nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. Menyelesaikan pelajaran sekolah dari kelas X hingga XII itu diperhitungkan,” jelas Dede. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!