Akses Jalan Rusak, Pengunjung Wisata Citumang Pangandaran Menurun

Akses Jalan Rusak, Pengunjung Wisata Citumang Pangandaran Menurun

Sejumlah wisatawan saat menikmati wisata di Citumang. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu daerah yang menawarkan banyak pilihan wisata yang dapat dinikmati para pengunjung. Seperti halnya wisata body rafting Citumang yang terletak di Desa Bojong Kecamatan Parigi yang terkenal dengan kejernihan airnya dan membuat para pengunjung betah dan ketagihan datang ke lokasi wisata tersebut.

Meski demikian, belakangan ini obyek wisata Citumang sepi dari pengunjung lantaran kondisi akses jalan yang rusak dan mahalnya tiket yang diberikan provider.

“Para wisatawan banyak yang mengeluh soal jalan rusak maupun mahalnya tiket masuk. Karena persoalan tersebut menjadi faktor sepinya Citumang,” kata salah seorang guide body rafting Citumang, Abdul Rohim, saat dihubungi Koran HR melalui sambungan telepon, Senin (17/04/2017) lalu.

Ia mengungkapkan, bila akses menuju lokasi Citumang seringkali diperbaiki oleh para guide. Sementara pihak Perhutani hanya meraup keuntungan semata tanpa memperhatikan soal akses jalan yang butuh perbaikan.

“Kami harap Perhutani memperhatikan soal akses jalan ke lokasi Citumang, bukan hanya kita saja,” jelasnya.

Lebih jauh, Abdul Rohim menyebutkan dari hasil catatan para pemandu yang ada bahawa setiap harinya hanya ada sekitar 50 wisatawan mancanegara. Sedangkan pengunjung dalam negeri juga tidak begitu banyak.

“Kalau harga tiket masuk untuk wisatawan lokal hanya Rp. 24 ribu dan untuk wisatawan mancanegara hanya Rp. 29 ribu. Sementara untuk tiket body rafting itu sebesar Rp. 125 ribu, termasuk asuransi dan juga pelampung. Kita hanya menyediakan 10 paket saja,” tutup Abdul.

Salah seorang wisatawan asal Bandung, Yudi, menanggapi kondisi Citumang saat ini. Ia menilai bila akses jalan menuju Citumang perlu diperhatikan secara serius. Selain perbaikan, akses menuju lokasi tersebut pun diharapkan bisa diperlebar guna mempermudah kendaraan besar seperti bus bisa sampai ke lokasi.

“Saat ini kita harus berpindah kendaraan untuk mencapai lokasi Citumang. Itu menurut saya agak ribet dan cukup berdampak pada keramaian pengunjung Citumang. Padahal, Citumang lokasinya sangat bagus dan lebih baiknya kalau ditambah fasilitas seperti adanya terapi ikan,” ujarnya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles