Alat Ru’yatul Hilal BHRD Banjar Kurang Canggih

Alat Ru’yatul Hilal BHRD Banjar Kurang Canggih

Ahmad Mubarir, saat menunjukan teropong bulan yang biasa digunakan BHRD Kota Banjar setiap ru’yatul hilal. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setiap menjelang bulan Ramadhan, Kota Banjar sebagai salah satu daerah yang rutin melaksanakan ru’yatul hilal (melihat bulan) untuk penentuan awal Ramadhan. Ru’yatul hilal juga dilakukan setiap penentuan awal Idul Fitri maupun Idul Adha di  Pusat Observasi Bulan (POB) yang terletak di Gunung Babakan, Keluarahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Sejak tersedianya alat yang digunakan untuk ru’yatul hilal berupa teropong dan lokasi yang sudah memenuhi standar POB, hasil ru’yatul hilal di Kota Banjar belum mendapatkan hasil yang maksimal untuk melihat bulan pada penentuan tersebut. Hal itu akibat terkendala faktor cuaca maupun alat yang ada.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Syariah Kementrian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Ahmad Mubarir, mengatakan, kegiatan ru’yatul hilal yang dilakukan Badan Hisab dan Ru’yat Daerah (BHRD) Kota Banjar, diserahkan kepada pihaknya, tetapi belum sepenuhnya maksimal. Meskipun para ahli dan fasilitasnya sudah tersedia.

Menurutnya, lokasi POB Gunung Babakan sudah tersedia dan sudah biasa digunakan. Namun, secara fisik masih perlu perhatian khusus, terutama akses dari lokasi parkir hingga ke tempat yang digunakan memantau bulan dengan teleskop.

“Saat ini jalannya masih seadanya, yakni masih tanah. Kita harapkan adanya pembuatan jalan kip agar lebih enak ke lokasinya. Terlebih rumput liar juga masih tumbuh subur di lokasi yang memang belum dibenahi,” kata Mubarir, kepada Koran HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/04/2017) lalu.

Selain itu, kendala sering tidak terlihatnya bulan juga dikarenakan alat yang digunakan kurang begitu canggih. Sehingga, saat kondisi cuaca sedang buruk maupun terjadi fenomena alam, bulan tidak bisa terlihat.

“Kalau alatnya lebih canggih, kami yakin bulan bisa saja terlihat. Yang ada saat ini masih standar. Sementara itu, agar mempermudah tamu undangan yang hadir saat ru’yatul hilal, kita membutuhkan sebuah konektor teropong yang dapat menyambungkan ke laptop dan langsung dipancarkan melalui proyektor. Kalau sekarang kita masih manual, yakni bergantian satu-persatu untuk melihat keadaan bulan,” terangnya.

Pihaknya berharap, ke depan alat yang lebih canggih untuk melihat bulan bisa dimiliki oleh Kota Banjar, dan lokasi yang lebih representatif dengan pembenahan masalah fisik di lokasi POB Gunung Babakan.

Dari informasi yang dihimpun Koran HR, Kota Banjar menjadi salah satu POB di Jawa Barat. Adapun lokasi POB lainnya di Jawa Barat meliputi POB Pelabuhan Ratu Sukabumi, POB Bosscha Lembang Bandung, POB Gunung Panenjoan Kabupaten Kuningan, POB Pantai Santolo Pameungpeuk Garut, POB Pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dan POB Pantai Gebang Kabupaten Cirebon. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles