Bantaran Sungai Cileueur Longsor, Warga Tagih Janji Bupati Ciamis untuk Perbaikan TPT

15/04/2017 0 Comments
Bantaran Sungai Cileueur Longsor, Warga Tagih Janji Bupati Ciamis untuk Perbaikan TPT

Tebing bantaran Sungai Cileueur, Lingkungan Kedungpanjang, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, mengalami longsor akibat terkikis aliran air. Photo: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga yang tinggal di bantaran Sungai Cileueur, Lingkungan Kedungpanjang, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, merasa resah. Pasalnya, tebing bantaran sungai mengalami longsor akibat terkikis derasnya aliran air ketika hujan turun.

Tidak hanya resah, warga juga mengaku kesal terhadap Pemerintah Kabupaten Ciamis, yang hanya memberi janji dari mulai bupati sebelumnya hingga sekarang, tidak pernah merealisasikan janji politiknya.

Seperti diungkapkan Atang, salah seorang warga, kepada Koran HR, Selasa (11/04/2017), bahwa tanah yang menjadi tempat tinggal rumah penduduk itu kini sudah terkikis sungai. Tanah yang terkikis itu lebarnya mencapai 2 meter, sehingga jika hujan turun seperti sekarang, warga pun harus berhati-hati dan berjaga.

“Kini tanah darat yang selama puluhan tahun ditempati warga, sekarang sudah terkikis hingga 2 meter. Hal ini mengancam keberadaan rumah warga, terutama yang dekat dengan bantaran Sungai Cileueur,” tuturnya.

Lebih lanjut Atang mengatakan, meski warga sudah sering melaporkan kepada pihak pemerintah daerah, namun sampai saat ini pemerintah seolah tutup mata terhadap keselamatan warga yang tinggal di bantaran Sungai Cileueur.

Padahal, kata Atang, rumah warga yang terancam longsor terbawa arus sungai itu letaknya tepat persis di belakang Gedung Pendopo Setda Ciamis. Namun, Bupati Ciamis dianggap tidak peduli terhadap keselamatan warganya.

“Sangat sering melaporkan kejadian ini, bahkan jika dihitung sudah ratusan kali pegawai Pemkab Ciamis melakukan survey ke lokasi, tapi mereka hanya memberikan harapan palsu kepada warga dengan menyebutkan siap untuk diperbaiki. Hingga sekarang janji itu hanya sebatas omongan saja tanpa direalisasikan,” ungkap Atang.

Hal senada dikatakan Eris, warga lainnya, bahwa janji yang disampaikan pemerintah tidak kunjung direalisasikan. Dirinya sebagai warga mengaku sangat kesal lantaran pemerintah daerah sudah bohong terhadap janjinya untuk memperbaiki TPT Sungai Cileueur yang berada di wilayah RT. 3, Lingkungan Kedungpanjang.

Lebih lanjut Eris mengatakan, dulu saat kampanyenya, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, melalui tim suksesnya, meminta tanda tangan seluruh warga untuk usulan perbaikan TPT Sungai Cileueur.

“Pada waktu itu jelas kami sangat gembira dan langsung memberikan dukungan penuh, akan tetapi sekarang sudah jadi malah lupa dengan apa yang dijanjikan,” ujar Eris, yang diamini warga lainnya, Atang dan Yoyoh.

Dia juga menyebutkan, bahwa warga sangat kesal dengan perlakuan yang diberikan Pemerintah Ciamis, karena dinilai tebang pilih. Bahkan, kekesalan warga semakin menjadi ketika membandingkan bantaran sungai di dekat Jembatan Cileueur, tepatnya di Blok RT. 01 yang sudah diperbaiki berkali-kali.

Bahkan, kata Eris, ketika Pemerintah Ciamis memberikan plang peringatan untuk tidak membuang sampah ke sungai, warga pun mentaatinya. Setiap hari sampah dikumpulkan dengan karung di setiap rumah. Lalu, siang hari sampah tersebut dibawa oleh petugas dan warga membayar Rp.1.000 untuk setiap karung sampah.

“Dengan kejadian ini, saya bersama warga lain akan datang langsung ke Pendopo untuk menagih janji kepada bupati yang menjabat sekarang, terkait perbaikan bantaran sungai yang tidak kunjung dilakukan,” tandas Eris. (Es/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!