Billboard Bergambar DPRD Jabar di Pangandaran Dibongkar

22/04/2017 0 Comments
Billboard Bergambar DPRD Jabar di Pangandaran Dibongkar

Billboard bergambar anggota DPRD Provinsi saat mulai dibongkar dan akan dipindahkan ke lokasi yang jauh dari rumah warga. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Hendra Lesmana, salah satu tokoh masyarakat Desa Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terus mengkritisi pendirian billboard bergambar anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya pernah di muat HR Online.

Ia menilai, billboard tersebut membahayakan lantaran sangat dekat dengan rumah warga dan dekat kabel listrik serta kabel telepon. Karena itu, ia bersama warga lainnya mengajukan surat permohonan keberatan atas adanya billboard tersebut yang ditandatangani Camat dan ditujukan ke Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Setelah pengajuan surat tersebut, akhirnya billboard itu dipindahkan. Rencananya akan ditempatkan di lokasi yang masih jalur provinsi dan aman serta jauh dari rumah penduduk,” jelasnya kepada Koran HR, Senin (17/04/2017) lalu.

Hendra melanjutkan, dirinya bertekad akan terus mengawal persoalan tersebut. Ia menegaskan pendirian billboard jangan sampai mengganggu keamanan serta kenyamanan.

“Memang pendirian billboard tersebut untuk pengenalan anggota DPRD Provinsi Jabar kepada masyarakat di daerah pemilihannya. Mudah-mudahan saja dengan berpindahnya billboard di lokasi yang sepi penduduk justru jadi ramai karena ada penerangan lampu,” katanya.

Sementara itu, Camat Kalipucaang, Endang Sukirna, mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa sesuai pengajuan dan permohohonan keberatan dari masyarakat terkait dengan berdirinya bilboard bergambar anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Karenanya ia langusng membuat surat pengantar yang ditujukan kepada Sekretaris DPRD Provinsi Jabar minggu lalu.

“Dengan dasar surat keberatan dari masyarakat, akhirnya bilboard tersebut dibongkar dan dipindahkan ke tempat yang jauh dari pemukiman warga dengan alasan keamanan serta kenyamanan masyarakat,” kata Endang pada Koran HR, Senin (17/04/2017) lalu.

Lebih lanjut, Endang mengaku tidak mengetahui persis terkait masalah perizinan billboard dan lain-lainnya. Sebab, itu adalah ranah provinsi dan juga dirinya baru menjabat sebagai camat. Sementara bilboard tersebut sudah lama berdiri. “Masalah lainnya saya tidak tahu persis karena perizinannya ada di tingkat propinsi dan sekarang sudah dibongkar,” tutupnya. (Mad/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!