BOS Belum Cair, SMAN 2 Banjar Gelar UNBK Pakai Dana Talang

13/04/2017 0 Comments
BOS Belum Cair, SMAN 2 Banjar Gelar UNBK Pakai Dana Talang

Siswa SMAN 2 Banjar, saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), bertempat di kamus SMKN 3 Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Agar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 2 Kota Banjar, bisa dilaksanakan, pihak sekolah terpaksa menggunakan dana talang untuk memenuhi kebutuhan komputer dan servernya. Hal itu karena Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga April 2017 ini belum juga cair.

Kepala SMAN 2 Banjar, Barnas, mengatakan, kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus berupaya bagaimana pun caranya agar kebutuhan komputer dan server terpenuhi, sebagaimana kewajiban pelaksanaan UNBK yang dimulai tahun ini.

“Meski UNBK sekolah kami menumpang di SMKN 3, tapi server harus milik sendiri. Makanya, walau BOS belum cair, kita cari dana talangan,” ucapnya.

Namun, Barnas enggan menyebutkan pihak yang telah memeberikan dana talang pembelian 4 server untuk membantu kelancaran UNBK di sekolahnya. Dia hanya menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah mengalokasikan anggaran untuk pembelian server pada penggunaan BOS 2017.

“Jadi pada waktunya nanti bila sudah cair, akan langsung diganti atau dibayarkan kepada pemberi dana talangan. Kami harap dana BOS dari pusat bisa secepatnya cair, karena jika berlarut-larut akan mengganggu aktivitas operasional yang menjadi prioritas kegiatan sekolah yang lain,” harapnya.

Lanjut Barnas, dalam dua hari pelaksanaan UNBK di SMAN 2 Banjar, tidak menemui permasalahan, baik dari jaringan internet maupun jaringan listrik. Pihaknya berharap, pelaksanaan UNBK tetap berjalan lancar hingga hari terkahir, yakni Kamis (13/04/2017).

Adapun jumlah peserta UNBK di sekolahnya itu sebanyak 294 siswa, terbagi jurusan IPS 128 siswa yang meliputi pria 53 orang, wanita 75 orang, dan jurusan IPA 166 siswa, terdiri dari pria 35 orang dan wanitanya 131 orang. Hingga hari kedua pelaksaan ujian, semuanya hadir atau seratus persen mengikuti UNBK.

“UNBK setiap harinya terbagi tiga sesi, yaitu jadwal masuk pagi, siang dan sore, dan terdiri empat ruang kelas. Diterapkannya pola seperti ini ya itu tadi, alasannya komputer yang ada terbatas. Jika ingin betul-betul serentak pelaksanaannya, satu siswa itu harus satu komputer atau ketersedian komputer mesti sesuai jumlah siswa peserta ujian,” tandasnya.

Meski begitu, namun pihaknya mengapresiasi adanya kebijakan dari pusat atas diperbolehkannya pelaksanaan UNBK atau digabung dengan sekolah lain. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!