Di Cipaku Ciamis, Aksi Pencurian Buah Rotan Kembali Terjadi

Di Cipaku Ciamis, Aksi Pencurian Buah Rotan Kembali Terjadi

 Kasi Pemerintahan Desa Ciakar, Lili, saat memeriksa dua karung berisi buah rotan yang ditemukan warga di kawasan HPD Ciakar, Sabtu lalu. Photo : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Aksi pencurian buah rotan kembali terjad di wilayah Hutan Pangkuan Desa (HPD) Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Hal itu diketahui setelah warga menemukan dua karung berisi buah rotan berada di kawasan tersebut.  

Aris, warga sekitar hutan, ketika ditemui Koran HR, Selasa (25/04/2017) lalu, menduga, pencuri buah rotan belum sempat membawa hasil curian lantaran keburu banyak warga berladang di kawasan tersebut.

“Warga menemukan dua karung berisi buah rotan itu pada hari Sabtu di wilayah HPD Ciakar. Karena banyak warga di ladang, kemungkinan pencuri tidak berani membawa hasil curian,” katanya. 

Diakui Aris, sebelum karun berisi buah rotan ditemukan, warga sempat mencurigai kedatangan orang tidak dikenal masuk ke kawasan Hutan Gunung Sawal. Saat ditanya warga, orang tersebut mengaku ingin mencari rendeu (lalaban). 

“Warga akhirnya membiarkan orang tersebut pergi ke kawasan hutan,” katanya.

Kasi Pemerintahan Desa Ciakar, Lilim ketika ditemui Koran HR, Selasa (25/04/2017), membenarkan penemuan dua karung buah rotan di kawasan HPD Ciakar. Buah rotan yang ditemukan warga dalam karung itu mencapai 60 kilogram.

“Meski barang bukti sudah ada, kami belum bisa memastikan apalagi menuduh siapa pelakunya. Terlebih karung berisi buah rotan itu ditemukan di wilayah gunung. Kami hanya bisa mengimbau agar warga sekitar hutan untuk mencatat identitas orang tidak dikenal yang masuk ke kawasan hutan,” katanya.

Namun demikian, warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, penemuan karung berisi buah rotan tersebut menunjukkan adanya kembali aksi pencurian buah rotan di kawasan Gunung Sawal.

Sumber Koran HR berharap, masyarakat sekitar hutan bersama-sama petugas BKSDA rajin terjun ke lapangan untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi. Menurut dia, buah rotan merupakan tanaman yang dilindungi.

“Bila pencurian terus terjadi, lambat laun akan berdampak terhadap ekosistem. Berdasarkan Undang-undang No. 41 Pasal 50, memanen hasil hutan tanpa izin diancam hukuman penjara 10 tahun,” tegasnya. (Dji/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles