Dispar Ciamis Diminta Fasilitasi Pembentukan Kompepar di Setiap ODTW

08/04/2017 0 Comments
Dispar Ciamis Diminta Fasilitasi Pembentukan Kompepar di Setiap ODTW

Andang Rohendi, Ketua Kompepar Galuh Ciungwanara. Photo: Deni Supendi/HR 

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Ciamis diminta memfasilitasi pembentukan kelompok penggerak pariwisata (Kompepar) di setiap Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

“Harusnya di setiap ODTW dibentuk Kompepar. Bila sudah terbentuk, pemerintah akan lebih mudah dalam melakukan pembinaan, khususnya dalam mengembangkan kepariwisataan di Kabupaten Ciamis,” kata Andang Rohendi, Ketua Kompepar Galuh Ciungwanara, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini.

Andang berpendapat, selama ini pembinaan serta pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Ciamis masih sedikit terkendala masalah sumber daya manusia (SDM) dan juga ketersediaan anggaran.

Menurut Andang, salah satu langkah yang bisa diambil segera yakni dengan membentuk Kompepar-kompepar di setiap ODTW. Dan pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata memiliki kesempatan untuk memfasilitasi hal tersebut.

Pada kesempatan itu, Andang juga mengajak pengelola ODTW yang ada di Kabupaten Ciamis untuk segera mengajukan usulan pembentukan kompepar sekaligus merumuskan perencanaan pengelolaan ODTW.

Pada edisi sebelumnya, Andang mengapresiasi upaya serta inovasi yang dilakukan Dispar dalam meningkatkan geliat wisata di wilayah Kabupaten Ciamis. Menurut dia, saat ini Dinas Pariwisata Ciamis sedang berusaha menghidupkan sektor pariwisata alam.

“Salah satunya dengan memadukan antara olahraga arung jeram dan paralayang,” katanya.

Andang mengakui, Kabupaten Ciamis memiliki konsep wisata baru, diantaranya wisata religi, budaya dan alam. Dan konsep baru yang paling menarik adalah perpaduan wisata alam dengan olahraga yang bisa mendongkrak adrenalin, seperti arung jeram dan paralayang.

“Daya tarik dari destinasi ini begitu berbeda. Sebab, selain mengarungi trek arung jeram yang menantang, wisatawan juga bisa menikmati keindahan alam yang masih natural,” katanya.

Menurut dia, perpaduan antara wisata alam dengan olahraga seperti itu harus terlebih dahulu dikaji secara matang, baik dari aspek sosial ataupun aspek ekonominya. Kajian tersebut bisa melibatkan akademisi. Melalui kajian, kelebihan serta kekurangan dari konsep wisata itu bisa terdeteksi.

“Di Indonesia banyak destinasi wisata yang bagus, tapi karena kurangnya kajian serta penelitian, banyak destinasi wisata yang tidak mampu bertahan lama,” katanya.

Selain dengan kajian akademis, lanjut Andang, instansi-instansi yang ada lingkup pemerintah juga harus memiliki komitmen dalam membangun dan memajukan potensi wisata yang ada di Kabupaten Ciamis.

“Terakhir, penuingkatan sumber daya manusia (SDM) juga diperlukan, khususnya SDM yang mengelola objek wisata,” katanya.

Senada dengan itu, Iwan Irawan (29), penggiat olahraga arus deras, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, Selasa (21/03/2017) lalu, juga mengapresiasi keinginan serta rencana Pemerintah Kabupaten Ciamis memadukan antara wisata dan olahraga. 

“Di daerah lain, arung jeram dan paralayang merupakan senjata utama meningkatkan pariwisata. Mudah-mudahan, apa yang saat ini dicanangkan Pemerintah Kabupaten Ciamis bisa terealisasi. Dan ini sangat memungkinkan, menjadi daya tarik baru wisata Ciamis,” katanya. (Deni/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!