Dua Instansi Ini Beda Aturan Soal Kuota Toko Modern di Pangandaran

06/04/2017 0 Comments
Dua Instansi Ini Beda Aturan Soal Kuota Toko Modern di Pangandaran

Salah satu toko kelontongan yang kini beroperasinya menyerupai toko modern. Photo: Madlani/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Berdirinya toko modern di wilayah Kecamatan Parigi dan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diduga dimanfaatkan oleh pengusaha ritel modern. Pasalnya, izin yang dikantongi sejumlah toko modern itu adalah toko kelontongan. Di kedua wilayah tersebut juga sudah tidak ada lagi kuota untuk toko modern.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Perizinan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Pangandaran, Salimin, mengatakan, toko modern yang sekarang berdiri di Jalan Raya Parigi, tepatnya di Dusun Purwasari, Desa Parigi itu awalnya izin mendirikan toko kelontongan atas nama Ibu Eni, warga setempat.

“Tapi setelah jadi kok malah toko modern yang sama persis seperti Alfamart dan Indomart, hanya label namanya saja yang berbeda. Sementara kuota di Parigi sudah habis, dan kita pun sudah layangkan surat teguran ke alamat tersebut. Tapi ternyata orangnya di Jakarta,” terangnya, kepada HR Online, Selasa (04/04/2017).

Lanjut Salimin, pihaknya sudah melakukan sesuai dengan permohonan pengajuan izin dari masyarakat terkait. Setelah dalam pelaksanaannya ternyata tidak tepat, hal itu sudah bukan urusan pihaknya lagi. Namun, pihaknya sudah berusaha kooperatif dengan memberikan teguran terlebih dahulu, kemudian baru akan melakukan upaya selanjutnya.

“Pemohon izin tersebut atas nama ibu Ani warga Dusun Purwasari, Kecamatan Parigi yang akan membuka toko kelontongan, makanya kita proses,” tandas Salimin.

Sedangkan menurut Kabag. Hukum Setda Pangandaran, Jajat Supriadi, sesuai hasil dari kajian akademik oleh Universitas Padjadjaran, bahwa toko modern berdampak pada pedagang kecil dan kelontongan, sehingga cakupan layanannya berdasarkan rasio ideal dengan jumlah penduduk di Pangandaran, yakni 71 toko modern.

Bila mengacu pada pendirian jumlah toko modern, maka saat ini jumlahnya sudah mencapai 69 unit, sehingga sisa kuotanya tinggal 2 unit lagi. Tetapi, jika menggunakan kategori toko modern adalah minimarket berjaringan, maka yang sudah ada saat ini berjumlah 62 unit, jadi kuotanya tersisa 9 unit toko modern baru di Kabupaten Pangandaran.

“Kalau di Parigi jumlah kuota toko modern memang sudah penuh, tapi kalo menggunakan kategori toko modern adalah minimarket berjaringan, maka masih bisa, karena masih ada kuotanya untuk se Kabupaten Pangandaran,” katanya.

Jajat juga menjelaskan, bahwa untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional dan pedagang kecil, Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah mengeluarkan Perbup No.27 Tahun 2015 tentang Pengendalian Toko Modern, dan melalui Perbup No.35 Tahun 2016 telah diberlakukan moratorium atau penghentian sementara pendirian toko modern di wilayah Kabupaten Pangandaran. (Madlani/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!