Izin Operasional Belum Jelas, Pom Mini di Pamarican Ciamis Semakin Menjamur

30/04/2017 0 Comments
Izin Operasional Belum Jelas, Pom Mini di Pamarican Ciamis Semakin Menjamur

Salah satu usaha Pom Mini. Foto: Dokumen HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meski belum ada kejelasan dalam hal perizinan, masyarakat di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sangat berantusias mendirikan usaha pom mini.

Dari pantaun Koran HR, pom mini terus bermunculan dan tidak lagi memperhitungkan jarak antara pom mini satu dengan pom mini yang lain.

Kasie Perekonomian Kecamatan Pamarican, Kiswaya, saat dihubungi Koran HR, Selasa (25/04/2017), membenarkan, saat ini jumlah pom mini di wilayah Kecamatan Pamarican terus meningkat. Pihaknya menegaskan, pom mini tersebut belum mengantogi izin operasional yang sah dari pemerintah.

“Hasil survei kami di lapangan, di wilayah pamarican sudah ada 37 pom mini yang beroperasi. Dari sekian banyak itu semuanya belum mempunyai izin operasional. Kami (kecamatan) belum mengeluarkan izin, karena memang dari pemerintah belum ada kejelasan soal izin,” ujarnya.

Kiswaya menuturkan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Ciamis. Menurut dia, BPPT juga belum mengeluarkan izin untuk pom mini.

“Sehingga dalam hal ini, kami selaku pemerintah kecamatan tidak bisa berbuat banyak. Hanya saja kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis segera mengkaji dan menurunkan aturan, baik itu larangan operasional ataupun pengeluaran izin operasional. Ini agar keberadaan pom mini bisa lebih tertib, tidak merugikan pengelola ataupun konsumen,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Kiswaya juga mempersoalkan bangunan pom mini yang berada di bahu jalan. Pihaknya khawatir, posisi pom mini di bahu jalan akan mengganggu pengguna jalan yang lain. 

Pemilik pom mini yang enggan disebutkan namanya, berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis lebih cepat menanggapi kondisi di lapangan, salah satunya dengan mengeluarkan perizinan operasional pom mini.

“Kami sih berharap pemerintah bisa mengeluarkan izin. Karena kami juga butuh usaha yang legal. Kenapa kami tidak memiliki izin, karena saat kami mencoba untuk menempuh izin, semuanya mentok bahkan sangat sulit,” ujarnya. (Suherman/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!