Karena Aturan dan Anggaran, Dishub Ciamis Belum Bisa Gaji Petugas Parkir

Karena Aturan dan Anggaran, Dishub Ciamis Belum Bisa Gaji Petugas Parkir

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis, Dadi Herdiana, SH., mengaku belum bisa meningkatkan kesejahteraan atau memberikan gaji khusus untuk petugas atau juru parkir. 

“Belum ada ketetapan, aturan ataupun anggaran untuk memberikan gaji khusus bagi mereka (juru parkir). Selama ini, sistem yang digunakan masih persentasi dari hasil parkir yang mereka dapatkan,” kata Dadi, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini.

Meski begitu, Dadi mengaku, pihaknya telah mengupayakan berbagai cara untuk memberikan kesejahteraan yang terbaik dan layak bagi para juru parkir. Sebenarnya, Dadi kasihan kepada juru parkir karena harus membagi hasil dengan UPTD. Tapi apa boleh buat, peraturan dan ketentuannya sudah demikian.

“Kebanyakan juru parkir hanya lulusan sekolah dasar. Kalau lulusan sekolah dasar seperti itu bisa buat bekerja apa, dari pada jadi pengangguran atau jadi preman, lebih baik dibina agar bisa memberikan kehidupan untuk mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dadi menuturkan, pihaknya selalu memberikan pelatihan kepada para juru parkir untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk menekankan agar petugas juru parkir ikut membantu ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah kerjanya.

“Petugas juru parkir merupakan anggota dari keluarga besar Dishub. Untuk itu mereka juga bertanggung jawab menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas saat menjalankan tugas di lapangan. Untuk peningkatan kesejahteraan, kami sedang memikirkannya,” katanya.

Sementara itu, Endang (48), petugas parkir di wilayah Ciamis Kota, ketika ditemui Koran HR, membenarkan, selama ini pembagian hasil retribusi parkir menggunakan sistem persentase dari pendapatan parkir.  

“Belum ada gaji khusus, kami memang ingin digaji. Kecuali mungkin kalau kami sudah diangkat jadi PNS. Tapi walaupun dengan sistem persentase, kami merasa sangat terbantu,” katanya. 

Diakui Endang, menjadi petugas juru parkir tidaklah mudah. Menurut dia, petugas juru parkir sering dimarahi petugas lalu lintas dan pengendara. Apa boleh buat, hal itu sudah menjadi resiko bagi petugas juru parkir seperti dirinya.

Endang mengaku bertugas mulai dari pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Setelah itu bergantian dengan yang lain. Terkait pendapatan, Endang mengaku tidak menentu. Kadang banyak, kadang juga sedikit. Apalagi bila kondisi hujan, pendapatannya sering tidak menentu. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles