Karena Kayu Penyangga Lapuk, Atap Ruang Kelas Sekolah di Ciamis Ini Terpaksa Dibongkar

11/04/2017 0 Comments
Karena Kayu Penyangga Lapuk, Atap Ruang Kelas Sekolah di Ciamis Ini Terpaksa Dibongkar

Atap tiga ruang kelas milik Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum lama ini terpaksa dibongkar karena mengalami kerusakan yang cukup parah. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com)

Atap tiga ruang kelas milik Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum lama ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan untuk menghindari musibah, pihak sekolah terpaksa harus membongkar bagian atap ketiga ruangan tersebut.

Kepala SMPN 1 Pamarican, Sukandi, S.Pd.MM., saat ditemui Koran HR, Senin (03/04/2017) lalu, membenarkan atap ketiga ruangan tersebut mengalami kerusakan. Menurut dia, pihaknya terpaksa melakukan pembongkaran untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan.

“Beberapa waktu lalu bagian atap ruangan amblas karena ada beberapa kayu penyangga atap yang sudah lapuk. Karena khawatir membahayakan siswa, kami terpaksa melakukan pembongkaran ketiga ruang belajar tersebut,” kata Sukandi.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Sukandi mengaku sudah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi kepada pemerintah pusat. Upaya itu sengaja dilakukan lantaran Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis lamban merespon permohonan pihaknya.

“Kami melakukannya karena selama ini kami menganggap percuma bila mengajukan rehab ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Soalnya, banyak diantara bantuan rehab untuk sekolah tetap saja turunnya dari pusat. Maka tidak ada salahnya jika kami langsung melayangkan proposalnya ke pusat. Apalagi beberapa waktu lalu Komisi pendidikan DPR RI dan kementrian pendidikan meninjau langsung ke lokasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sukandi berharap pengelolaan SMP dikembalikan ke Pemerintah Pusat. Pihaknya mengaku kerepotan bila pengelolaan masih di tingkat kabupaten. Terlebih banyak abntuan justru datang dari pemerintah pusat ketimbang kabupaten. (Suherman/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!