Nah Lho! Tiga Oknum Pegawai BPN Ciamis Kena OTT

21/04/2017 1 Comment
Nah Lho! Tiga Oknum Pegawai BPN Ciamis Kena OTT

Oknum pegawai BPN Ciamis saat diamankan oleh Tim Saber Pungli usai Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jum`at (21/04/2017), di Kantor BPN. Photo : Eli Suherli/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Ciamis kembali berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan, Jum’at (21/04/2017).

Kasus pungli tersebut terungkap setelah Tim Saber Pungli menindaklanjuti laporan adanya pungli yang dilakukan oknum PNS BPN terhadap masyarakat yang ingin melakukan balik nama sertifikat tanah.

Oknum pegawai BPN yang berhasil terjaring OTT tersebut diantaranya sebagai Kasub Tematik berinisial DS dan berstatus PNS. NA, Staf Bidang Tematik berstatus PNS dan AH Staf Bidang Tematik berstatus pegawai tidak tetap. Ketiganya diamankan di Kantor BPN Ciamis jalan H Sujud, Kelurahan Kertasari.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku pungli diantaranya berupa dokumen pendaftaran floating, uang tunai sebesar Rp 6.040.000 dan satu bundel buku yang disebut buku dapur pendapatan dari pemohon.

“Modus yang dilakukan, petugas meminta atau menerima uang secara langsung kepada setiap pemohon yang akan melakukan pembuatan floting atau survei pemetaan sebesar Rp 100.000 sampai Rp 200.000 dengan alasan untuk biaya transportasi dan operasional di lapangan,” ujar Wakapolres Ciamis yang juga Ketua Tim Saber Pungli Ciamis, Kompol Imam Rahman, saat memberikan keterangan di Mapolres Ciamis, Jum`at (21/04/2017).

Imam menjelaskan, pungutan tersebut tidak ada dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari BPN Ciamis, dan pungutan tersebut tidak masuk dalam peraturan menteri. Sehingga, pelaku disangkakan melanggar Permen Nomor 14 tahun 2016 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengenaan Tarif PNBP.

“Mereka melanggar Jo PP Nomor 128 tahun 2015 tentang Jenis Tarif Dasar PNBP yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang, sehingga Tim Saber Pungli mengamankan tiga oknum pegawai BPN tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Imam mengungkapkan, sesuai keterangan pelaku AH korban merupakan pemohon yang akan melakukan floating atau survei pemetaan untuk syarat pembuatan balik nama sertifikat.

Uang yang diterima dari korban pemohon tersebut akan disetorkan kepada NA dan selanjutnya disetorkan  kepada DS setiap minggu. Namun tidak ditentukan tanggal penyetorannya dan uang itu dikumpulkan setiap bulan.

Iman melanjutkan, setelah diperiksa pelaku NA sudah melakukan penyetoran kepada DS sebesar Rp. 2.400.000. dan dari DS didapat uang yang telah disetorkan sebesar Rp. 5.040.000. Rencananya uang tersebut akan dibagi-bagikan. Hal itu diakui oleh AH yang awal bulan telah menerima sebesar Rp. 700.000.

Kata Imam, barang bukti berupa uang didapat dalam satu hari dan dikumpulkan dalam satu lemari. Sementara untuk korbannya saat ini masih dilakukan pendalaman karena Polres Ciamis masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.

“Masih didalami, karena ini berkaitan dengan masalah Permen, apakah nanti diarahkan ke inspektorat untuk pemeriksaan karena pelaku merupakan PNS, atau dilanjutkan oleh kita (Polres). Kami akan koordinasi terlebih dahulu dengan inspektorat, statusnya masih dalam terperiksa,” pungkasnya.

Sesui pengakuan pelaku saat diperiksa, praktek pungli tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2015 hingga sekarang. (Es/Tantan/R4/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

  1. endang April 22, at 07:45

    Operasi OTT perlu dilaksanakan Di Kantor Urusan Agama di seluruh kecamatan di Jawa Barat. Biaya nikah yg dilaksanakan di kantor KUA maupun dirumah jauh beda besarannya. contoh: menurut aturan klo nikah di rmh biayanya 600rb tapi diminta 1 jt tanpa kwitansi.

    Reply

Leave a Reply