Pelukan dengan Sapi, Cara Baru Atasi Stres

03/04/2017 0 Comments
Pelukan dengan Sapi, Cara Baru Atasi Stres

Terapi pelukan bersama sapi Sibylle Zwygart. Buure TV.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Kamu sudah pernah dengar tentang kelas yoga bersama kambing? Nah, kali ini ada lagi jenis terapi baru guna mengatasi stres, yakni terapi pelukan bersama sapi.

Seperti dilansir Oddity Central, terapi baru ini ditawarkan oleh Sibylle Zwygart, seorang entrepreneur asal Swiss yang tinggal di sebuah peternakan sapi perah di Tenniken, milik keluarganya.

Awalnya ide untuk membuat kelas terapi pelukan bersama sapi itu saat Sibylle berusaha menyelamatkan tiga ekor sapi yang tidak produktif sejak lahir. Ketiga sapi yang diberinama Svea, Sven, dan Svenja itu akan dijual oleh ayahnya ke rumah jagal.

Sang ayah akhirnya setuju untuk mempertahankan ketiga sapi tersebut dengan syarat Sibylle harus menafkahi biaya perawatannya. Awalnya perempuan berusia 25 tahun itu membuka sebuah taman hiburan dengan menampilkan atraksi hewan-hewan ternak.

Di taman tersebut sana anak-anak bisa bermain dan berkenalan dengan hewan-hewan ternak. Kemudian setelah itu Sibylle pun berniat membuka kelas terapi stres bersama ketiga sapinya. Idenya itu terinspirasi dari layanan serupa yang ditawarkan di Belanda.

Menurut artikel yang dibacanya, bahwa interaksi bersama hewan ternak seperti ini mampu membuat seseorang merasa lebih rileks, karena sapi sangat cocok untuk berpelukan.

“Mereka menyukai kontak fisik dan termasuk hewan yang tenang. Karena sifat mereka yang tenang, sehingga mereka juga bisa membantu orang-orang yang ada di dekat mereka supaya merasa rileks,” terang Sibylle, dalam wawancaranya dengan Buure TV.

Sibylle mengkau bahwa dirinya sudah dua tahun ini menawarkan terapi stres bersama Svea, Sven, dan Svenja. Dengan membayar 50 franc, maka siapa saja yang usianya di atas tujuh tahun bisa mencoba berpelukan dengan sapi-sapi Sibylle.

Sebelum terapi, mereka akan dibekali instruksi untuk ‘berkenalan’ dengan sapi. Tetapi Sibylle mengakui kalau terapinya ini belum terlalu diminati. Dalam setahun, jumlah kliennya masih bisa dihitung dengan jari. Namun, siapa tahu setelah ini usahanya tersebut akan semakin maju. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!