Pemkot Banjar Dinilai Tidak Perhatian Terhadap Seniman

15/04/2017 0 Comments
Pemkot Banjar Dinilai Tidak Perhatian Terhadap Seniman

Grup band etnik dari SMKN 2 Banjar, Ensamble Etnicque, saat manggung. Photo: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah seniman, khususnya bidang seni musik modern dan tradisional, akhir-akhir ini mengeluhkan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kota Banjar. Padahal, prestasi yang ditoreh mereka telah membawa harum nama Kota Banjar di kancah nasional bahkan internasional.

Seperti halnya grup band etnik dari SMKN 2 Banjar, Ensamble Etnicque, yang pernah membawa harum Kota Banjar di tingkat internasional dengan menyabet gelar juara II dalam Festival Musik Etnik di Kuta, Bali, tahun 2015 silam.

Baru-baru ini, grup band tersebut kembali mengharumkan Banjar dalam event Festival Musik Kreasi Nusantara di Cirebon, dan berhasil menyabet gelar juara II se-Indonesia. Kemudian, kesenian tradisional Reog Dongkol (Lodong & Kohkol) yang merupakan kesenian asli Kota Banjar, tepatnya dari Desa Karyamukti, juga “mati suri” karena kurangnya perhatian dari pemerintah.

Seperti diungkapkan Ade Kancil (54), salah satu seniman Reog Dongkol, yang mengaku sampai saat ini perhatian Pemkot Banjar terhadap seniman dinilai nihil. Menurut dia, pemerintah sepertinya lebih memilih sibuk dengan urusan lingkupnya sendiri, tanpa memperhatikan para seniman.

“Dari dulu memang hanya janji-janji saja, namun sampai sekarang nihil. Kami sebagai seniman meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan seniman. Kalau di Banjar ada acara, coba undang seniman Banjar, jangan ngundang dari luar, karena kami pun bisa. Perlu diingat, seniman Banjar tidak kalah dengan seniman-seniman dari luar,” ujar Ade, kepada Koran HR, Minggu (09/04/2017) lalu.

Keluhan serupa juga diungkapkan Endang, anggota Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kota Banjar. Dia mengaku, pada saat HUT Banjar yang ke-14, para seniman musik melayu merasa tersakiti oleh pemkot, yang rencananya akan memboyong salah satu grup dangdut koplo asal Jawa Timur ke Banjar.

“Kami terus terang merasa tersakiti pada waktu itu, kami merasa tidak dihargai, beruntung grup dangdut dari Jawa Timur itu batal manggung di Banjar,” ujar Endang.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetya, saat ditemui Koran HR di ruang kerjanya, mengatakan, terkait masalah seniman, dirinya akan berkoordinasi dengan Bidang Kebudayaan, dan berjanji akan memberdayakan seniman dengan cara menambah job bagi mereka jika di pemerintahan ada kegiatan.

“Di Banjar ini kan bukan hanya seniman musik modern dan musik tradisional saja, masih ada seniman-seniman lainnya, dan semua itu akan kami berdayakan,” tandas Darmadji. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!