Peserta Seminar yang Digelar Faperta Unigal Ciamis Membludak

02/04/2017 0 Comments
Peserta Seminar yang Digelar Faperta Unigal Ciamis Membludak

Peserta Kegiatan Seminar Nasional dan Call of Paper membludak. Photo : Deni Supendi/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com)

Jumlah peserta kegiatan Seminar Nasional tentang “peningkatan produktifitas dan daya saing komoditas pertanian” dan kegiatan Call of Paper yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Galuh, Sabtu (01/04/2017), membludak. Dari keterangan panitia, peserta kegiatan seminar nasional tersebut mencapai lebih dari 600-an orang.

Ketua Panitia kegiatan Seminar Nasional dan Call of Paper, Dr. Zulfikar Noormansyah, S.P., M.P, ketika ditemui HR Online, Sabtu (01/04/2017), membenarkan hal itu. Pihaknya sangat bersyukur, kegiatan seminar nasional dan Call of Paper tersebut berjalan lancar sebagaimana yang direncanakan.

Pada kesempatan itu, Zulfikar juga mengungkapkan tujuan dari kegiatan seminar nasional dan call of paper tersebut. Diantaranya, untuk mengetahui informasi terkini tentang upaya, model dan strategi pemberdayaan masyarakat pedesaan dan peningkatan produktifitas kelompok tani, Terjadinya peningkatan produktifitas dan daya saing komoditas pertanian.

Selanjutnya, yakni membangun jejaring antara perguruan tinggi, pemerintah, pemangku kepentingan (stakeholder), serta pelaku penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Pertanian, Mochamad Ramdan, SP.,MP., ketika ditemui HR Online, Sabtu (01/04/2017), mengaku bersyukur, kegiatan seminar nasional dan call of paper yang diselenggarakan pihaknya bisa terlaksana dengan lancar.

Ramdan juga mengapresiasi kepada para peserta seminar nasional dan call of paper yang sengaja datang dari berbagai daerah untuk mengikuti kegiatan di Universitas Galuh Ciamis.

Dari pantauan HR Online, sejumlah pakar sengaja didatangkan oleh pihak panitia untuk memberikan materi berkaitan dengan peningkatan produktifitas dan daya saing komoditas pertanian. Diantaranya dari Kementrian Pertanian, Kementrian Desa, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan pakar dari Universitas Burapha Thailand. (Deni/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!