Saat di Ciamis, Kak Seto Berpesan Agar Ortu Memposisikan Sebagai Sahabat Anaknya

07/04/2017 0 Comments
Saat di Ciamis, Kak Seto Berpesan Agar Ortu Memposisikan Sebagai Sahabat Anaknya

Pakar Psikologi Anak, Seto Mulyadi

Berita Ciamis, (hararapanrakyat.com),-

Anak sebagai anugerah yang sangat berharga oleh setiap pasangan hidup. Setiap anak mempunyai hak yang sama dalam menjalani kesehariannya dalam beraktifitas. Karenanya, kebahagiaan anak harus diberi ruang dalam mewujudkan cita-cita demi masa depan yang cerah.

Hal itu diungkapkan Pakar Psikologi Anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, saat menjadi narasumber pada kegiatan Seminar Nasional yang bertemakan,” Peran Pendidik dalam Membangun Penguatan Karakter di PAUD dan Sekolah Dasar”, yang bertempat di Gedung Islamic Center, Kamis (06/04/2017).

Kak Seto menjelaskan, dalam mendidik jati diri seorang anak, seluruh orangtua maupun Guru di sekolah harus bisa mengajak dan menghargai anak. Orangtua dan Guru, menurutnya, harus bisa memposisikan diri sebagai sahabat anak.

“Kebanyakan orang tua maupun guru mempoisisikan sebagai komandan ataupun bosnya anak-anak. Itu keliru. Karena anak-anak membutuhkan persahabatan. Kalau tidak bisa berperan sebagai sahabat, karena komunikasi kurang lancar, maka anak-anak akan mencari teman baru di luar rumah,”katanya.

Kak Seto menambahkan, apabila seorang anak sudah mulai mencari teman dan sahabat di luar rumah, maka sudah banyak menunggu para predator-predator yang akan menjerumuskan kepada hal yang negatif.

“Kita semua sudah mengetahui bahwa banyak prilaku negatif yang mengancam anak-anak kita, seperti narkoba, sex bebas, geng motor, siswa tawuran dan berbagai prilaku yang menyimpang lainnya,”ungkapnya.

Dia pun meminta kepada seluruh orang tua dan guru harus menjadi seorang sahabat yang baik bagi anak-anaknya. Selain itu, dia pun berpesan agar anak harus dilatih melindungi dirinya sendiri.

“Pandulah mereka (anak) terutama dalam melindungi bagian tubuh. Kasih pengertian kepada mereka bahwa tubuh itu adalah hak mereka. Artinya, tidak boleh sembarang orang   melanggar hak azasinya. Seorang anak harus dilatih simulasi, dimana harus belajar berani berteriak untuk menyatakan tidak, berani berteriak mengatakan tolong dan berani bertindak secara cepat,” ujarnya.

“Yang terpenting lagi, jangan memberikan kesempatan kepada anak menyendiri, terutama di tempat yang sepi,”ucapnya. Menurutnya, anak harus selalu dihimbau untuk berkumpul bersama teman-temannya. Yang paling utama harus selalu berkomunikasi dengan orang tua.

“Seorang anak tidak boleh mengetahui apa itu facebook ataupun melaui media sosial lainnya,” ujarnya.

“Sasaran yang paling diincar oleh orang jahat, yakni sisilah keluarga. Makanya seorang anak jangan mudah menampilkan kondisi keluarganya. Karena mereka bisa dijadikan incaran orang jahat,”pungkasnya. (Tantan/R2/HR-Online) 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!