Tanggul Irigasi Sepanjang 20 Meter di Perbatasan Banjar Jebol

16/04/2017 0 Comments
Tanggul Irigasi Sepanjang 20 Meter di Perbatasan Banjar Jebol

Kondisi tanggul saluran irigasi Blok Nyumbang yang berada di Dusun Karangmalang, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis yang mengalami jebol beberapa waktu lalu. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kondisi cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan tanggul saluran irigasi Blok Nyumbang sepanjang 20 meter di perbatasan antara Dusun Sindangasih, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, dengan Dusun Karangmalang, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, mengalami jebol sekitar 3 minggu lalu. Akibatnya, areal pesawahan di Desa Puloerang mengalami banjir saat hujan turun.

Kepala Desa Puloerang, Rusmana, mengatakan, jebolnya tanggul yang berada di perbatasan dua desa tersebut membuat dirinya bingung. Sebab, mayoritas pemilik sawah yang terdampak banjir rata-rata warga Desa Kujangsari dan sekitarnya.

“Lokasi jebolnya memang di wilayah kita, beruntung banjirnya hanya ke areal pesawahan dan tidak ke pemukiman. Namun, karena banyak pemilik sawah warga Kujangsari, kita menginginkan masalah ini bisa diselesaikan bersama pihak Desa Kujangsari,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (11/04/2017) lalu.

Meski jebolnya sudah berlangsung lama, lanjut Rusmana, dirinya baru melakukan kordinasi dengan Pemerintah Desa Kujangsari hari Sabtu (08/04/2017) lalu, saat hujan sedang turun deras. Hal itu dilakukan karena sudah berulangkali pihaknya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak BBWS Citanduy, tapi tak juga dihiraukan.

“Kondisi saluran irigasinya sekarang hanya sekitar 1 meter dengan kedalaman 1 meter. Padahal, dulu itu lebarnya mencapai 2 meter lebih. Karena terjadi pendangkalan dan ditambah intensitas hujan cukup tinggi, akhirnya air pun meluap hingga membuat tanggul jebol,” terangnya.

Guna menghindari banjir serta meluapnya air dari saluran irigasi Blok Nyumbang, dirinya berharap adanya pengerukan oleh pihak BBWS Citanduy, hingga pembuangan di Sungai Apur Sukamelang.

“Kami yakin, dengan hal tersebut tidak lagi terjadi banjir dan petani yang sebagian besar warga Kota Banjar tidak merasa resah ketika hujan tiba,” kata Rusmana. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!