Tradisi Ngabawon di Pangandaran Masih Terjaga

12/04/2017 0 Comments
Tradisi Ngabawon di Pangandaran Masih Terjaga

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat menjadi salah satu daerah lumbung padi. Hamparan ribuan hektar sawah yang tersebar di 10 kecamatan yang ada, menjadi mata pencaharian sebagian warga untuk melangsungkan hidup. Bahkan, dibalik semua itu, ada tradisi turun-temurun yang dilakukan para petani saat panen tiba, yakni tradisi gacong atau ngabawon.

Saripin, warga Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, mengatakan, dalam tradisi gacong biasanya pemilik sawah akan membagikan hasil panennya kepada warga lain yang ikut membantu memanen padi dengan takaran enam berbanding satu maupun takaran variatif lainnya yang berlaku di wilayah masing-masing.

“Hampir di semua daerah tradisi ini sudah berlangsung sejak dulu saat panen padi tiba, terutama di kalangan petani yang ada di Kalipucang,” katanya kepada Koran HR, Senin (10/04/2017).

Hal senada juga diungkapkan Ujang Supriatna, warga Kecamatan Sidamulih. Menurutnya, takaran bagi hasil yang diberikan pemilik sawah kepada petani lain yang ikut menuai padi cukup bervariatif, mulai enam piring untuk pemilik sawah dan satu piring untuk yang menuai maupun dengan takaran delapan berbanding satu.

“Ukuran tersebut sudah menjadi standar bagi petani yang ikut menuai padi maupun para pemilik sawah dan tidak ada yang merasa rugi karena tradisi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Juariah, salah satu petani asal Sidamulih, mengaku tidak keberatan dengan takaran-takaran setiap kali dirinya ikut menuai padi tetangganya. Sebab, pembagian tersebut dirasa cukup adil dan sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak dahulu.

“Biasanya setiap kali panen saya bisa mendapatkan sekitar 1 karung atau setara dengtan 50 kilogram gabah. Itu semua bukan dari satu pemilik sawah saja, akan tetapi saya kumpulkan dari beberapa pemilik sawah yang meminta bantuan kepada saya untuk menuai padi,” katanya. (Ntang/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!