Trend Nikah Siri di Kalangan PNS, Walikota Banjar Akan Tindak Tegas Jika Terbukti

07/04/2017 1 Comment
Trend Nikah Siri di Kalangan PNS, Walikota Banjar Akan Tindak Tegas Jika Terbukti

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Trend nikah siri bukan hanya datang dari kalangan masyarakat umum atau pengusaha, melainkan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun ikut-ikutan ingin memiliki istri lebih dari satu.

Nikah siri biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan hanya dihadiri oleh wali serta dua orang saksi. Namun, saksi-saksi itu nantinya tidak boleh menyebarkan berita tentang pernikahannya ke khalayak luar, agar istri barunya tidak diketahui oleh masyarakat luas dan juga untuk menutupi dirinya dari istri pertamanya.

Seperti yang kini tengah terjadi di kalangan beberapa PNS di lingkup Pemerintah Kota Banjar. Rumor yang beredar di masyarakat, trend nikah siri kembali mencuat di kalangan pasukan “plat merah” tersebut. Padahal, bagi seorang PNS sudah jelas aturan dan sanksinya, yakni PP Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian untuk PNS.

Dengan trend nikah siri di kalangan sejumlah PNS bahkan pejabat di lingkup Pemerintah Kota Banjar ini, tentunya banyak menuai tanggapan dari berbagai kalangan. Seperti yang dikatakan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Muslim (HMI) Kota Banjar, Jajang Wahyudin.

Menurutnya, meski secara syariah Islam nikah siri itu disyahkan, namun sebagai warga negara yang memiliki hukum, tentunya harus mentaati hukum yang berlaku di negara Indonesia ini.

Dia menilai, biasanya seorang PNS selalu menjadi panutan di masyarakat, minimal di lingkunganya masing-masing. Tapi, jika PNS tersebut melakukan nikah siri namun mempunyai istri, tentunya hal ini akan menjadi contoh buruk di mata masyarakat.

“Untuk masalah pribadinya sendiri pun ke depannya biasanya sering menuai permasalahan, seperti status anak dan hak-hak anak dari istri keduanya,” tutur Jajang, kepada HR, Selasa (04/04/2017) lalu.

Elisa (40), seorang ibu rumah tangga, warga Lingkungan Cimenyan, Kota Banjar, mengaku sangat benci terhadap laki-laki yang melakukan poligami. Terlebih laki-laki itu adalah seorang PNS atau pejabat.

Menurut dia, bagi seorang pria yang melakukan poligami biasanya dengan alasan mengikuti Sunnah Rosul atau menghindari dari perbuatan zina. Padahal, semua itu hanya akal-akalan saja untuk bisa menyalurkan hasratnya.

“Meski menurut agama Islam boleh, tapi sebagai seorang istri pasti akan merasakan sakit hati. Karena istri mana sih yang mau dipoligami,” kata Elisa.

Pendapat lainnya dikatakan Her Her Rohilin (52). Menurutnya, nikah siri atau poligami memang syah menurut agama Islam, tapi harus berlaku adil terhadap istri-istrinya. Namun, dalam menjalani hidup berpoligami tentunya akan menambah biaya hidup, dan bagi seorang PNS bahkan pejabat, jika tidak mampu berbagi dikhawatirkan akan terjadi indikasi korupsi.

Guna mengkonfirmasikan hal itu kepada Kepala Inspektorat Kota Banjar, Yuyung Sungkawa, melalui ponselnya, namun pejabat tersebut belum bisa menjawab karena sedang rapat kerja.

Sementara itu, saat apel gabungan, Senin (03/04/2017) lalu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas bagi PNS atau pejabat yang melakukan nikah siri. “Bagi ASN atau PNS yang melakukan nikah siri, akan saya tindak tegas,” tandasnya. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Firmansyah April 08, at 09:47

    Beneran ada yg kaya gitu tuh d Banjar. Ibu saya termasuk korban. Saya sudah kumpulkan bukti, sudah saya urus ke instansi terkait di kota Banjar. Tapi apa jawaban mereka "gimana bapak mau kapan ngurusinnya" hanya itu yg saya dapat. Saya lapor ke tempatnya bekerja di salah satu kelurahan, sampai lurahnya ganti belum ada titik terang mau digimanain. Malah sekarang tdk ada lagi kabar. Saya mau beresin secara administrasi, mengingat masalah ini sudah dari 2010 dan ibu saya ga jelas statusnya sampe sekarang. Sampai pernah lapor ke ibu wali tapi sampai sekarang belum ada kesempatan untuk ketemu. Baru ketemu sama sopir Ibu Walikota saja. Saya sudah minta ketemu ibu Wali melalui ajudannya. Tolong pihak terkait kalau ada yg lihat comment saya bantu saya. Saya punya bukti dan saksi kuat.Jangan sampai jadi seenaknya, mentang2 lagi dekat dengan petinggi jadi kebal hukum dan tidak tersentuh.

    Reply

Leave a Reply