53.601 Anak di Banjar segera Miliki Kartu Identitas

19/05/2017 0 Comments
53.601 Anak di Banjar segera Miliki Kartu Identitas

 

Sosialisasi Kartu Identitas Anak (KIA) di Aula Setda Kota Banjar. Photo : Nanang Supendi/ HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Kota Banjar akan segera membuat dan menerbitkan kartu identitas khusus bagi anak anak dibawah umur. Kartu yang diberi nama Kartu Identitas Anak (KIA) itu pada tahun 2017 ditargetkan tercetak 53.601, sebagaimana data kepemilikin akta lahir.

“Target jumlah tersebut sebagaimana data yang kami miliki hingga sekarang ini, yaitu cakupan kepemilikan akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Capilduk Kota Banjar, Aan Suparlan, melalui Kasi Pindah Datang dan Pendataan Penduduk, Iwan Kustiawan, kepada HR Online usai kegiatan sosialisasi penerapan KIA bersama Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI, di aula Setda, Jumat (19/05/2017).

Iwan menjelaskan, pencetakan KIA , akan dimulai akhir Bulan Mei 2017. Namun dari jumlah 53.601 anak, baru tersedia blanko sekitar 12.601 dan sisanya sebanyak 41.000 masih menunggu kiriman dari pusat. Program pencetakan KIA didanai oleh APBD Kota dan APBN.

“Artinya tahap awal ini oleh APBD dialokasikan untuk 12.601 anak, sementara yang 41.000 anak melalui alokasi APBN. Kita masih nunggu proses kekurangan itu dari pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubid Identitas Penduduk Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI, Triatmanto, ketika ditemui HR Online, Jum`at (19/05/2017), mengatakan, pembuatan KIA dilaksanakan untuk mendukung program presiden Jokowi atau program pemerintah pusat yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2/2016 tentang KIA.

“Tujuannya untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Dalam hal ini (KIA) berarti untuk pemenuhan hak anak,” katanya.

Sedangkan fungsinya, kata Triatmanto, selain bukti identitas diri anak juga bisa untuk kepentingan pembuatan Paspor, kemudahan atau diskon naik transportasi seperi kereta dan lainnya. Kemudian dapat untuk diskon di outlet-oulet berbagai tempat perbelanjaan.

“Outlet perbelanjaan ini, kementrian dalam proses koordinasi dan kerjasama dengan pemilik atau pengusaha, dan itu harus dilakukan juga oleh pemerintah daerah sesuai keberadaan outlet perbelanjaan di daerah,” katanya.

Anak-anak yang berhak menerima KIA, Triatmanto menambahkan, adalah anak-anak beruia 0-17 tahun atau belum wajib ber-KTP. (Nanks/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!