Akibat Keterbatasan Fasilitas, Empat SMP di Ciamis Ini Terpaksa Numpang UNBK

07/05/2017 0 Comments
Akibat Keterbatasan Fasilitas, Empat SMP di Ciamis Ini Terpaksa Numpang UNBK

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Komisariat Tujuh Banjarsari terpaksa harus melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah lain alias numpang.

Ketua Komisariat Tujuh yang juga Kepala SMP Negeri 1  Banjarsari, Andang, S.Pd.,M.Pd, saat dihubungi Koran HR, Selasa (02/05/2017) lalu, membenarkan, terdapat empat sekolah terpaksa numpang UNBK di tempat lain. 

“Pelaksanaan UNBK sekarang belum semua SMP siap melaksanakan di tempat, seperti halnya SMPN 2 Banjarsari terpaksa harus ikut numpang UNBK di SMAN 1 Banjarsari, SMPN 4 Banjarsari dan SMP terbuka numpang di SMk Al-Ihya dan SMPN 7 Banjarsari numpang di SMK Siliwangi,” katanya.

Namun kondisinya demikian, Andang menuturkan bahwa 1018 siswa di wilayah komisariat tujuh semuanya mengikuti UNBK.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 7 Banjarsari, Handoko, M.Pd., ketika ditemui Koran HR, saat mengawasi UNBK di SMK Siliwangi, mengatakan, pihaknya terpaksa harus menyelenggarakan UNBK dengan cara numpang di sekolah lain karena masih terkendala peralatan komputer serta jaringan internet.

“Sebanyak 79 siswa kami terpaksa melaksanakan UNBK di kampus SMK Siliwangi. Alasannya karena di sekolah kami peralatannya belum siap. Komputer saja kami baru punya 6 unit. Masih sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Selain itu, kata Handoko, jaringan internet juga belum masuk ke lokasi SMPN 7 Banjaarsari. Sayangnya, komite sekolah juga tidak mengupayakan mengajak orang tua siswa untuk berpartisipasi menambah kebutuhan peralatan komputer.

“Jadi demi lancarnya kegiatan UNBK, kami terpaksa memilih numpang di SMK Siliwangi yang peralatannya sudah sangat lengkap,” terangnya.

Handoko mengaku untuk pelaksanaan UNBK tahun 2017 ini pihaknya merasa sangat prihatin karena tidak bisa menyelenggarakannya di kampus sendiri. Pihaknya berharap untuk tahun yang akan datang SMPN 7 Banjarsari bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Senada dengan itu, Kepala SMPN 2 Banjarsari, Drs. Alipin, MM., didampingi Wakasek SMPN 2 Banjarsari, Sunardi, saat ditemui Koran HR, Selasa (02/05/2017),  menuturkan, pihaknya juga terpaksa memilih SMAN 1 Banjarsari sebagai partner pelaksanaan UNBK.

“Sebanyak 161 siswa kami terpaksa harus melaksanakan UNBK di kampus SMAN 1 Banjarsari. Hal ini mengingat keberadaan perangkat di sekolah kami belum menunjang dengan maksimal. Sekolah kami baru memiliki 16 unit komputer, sementara untuk bisa melaksanakan UNBK mandiri minimal harus memiliki 55 unit komputer,” katanya. (Suherman/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!