Awas Smartphone Anda Diretas! Begini Sembilan Langkah Sederhana Menghindarinya

01/05/2017 1 Comment
Awas Smartphone Anda Diretas! Begini Sembilan Langkah Sederhana Menghindarinya

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Penggunaan internet yang hampir menjadi kebutuhan sebagian manusia di bumi ini, kira-kira 10 tahun terakhir, menjadi hal penting dalam menjalankan berbagai pekerjaan maupun aktifitas pribadi.

Kendati demikian, kemanan dalam menggunakan internet baik menggunakan smartphone maupun komputer menjadi poin penting yang harus dilakukan oleh penggunanya, terutama dalam melindungi informasi pribadi maupun data penting dari serangan para peretas yang selalu mengintai.

Untuk hal itu, HR Online menyarankan agar Anda mengikuti langkah-langkah ini supaya Anda bisa terhindar dari peretasan.

1. Hindari menginstal aplikasi dari toko tidak resmi

Toko aplikasi menyediakan beragam aplikasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Dari hal itu, aplikasi yang resmi biasanya terdapat paling awal saat kita melakukan pencarian aplikasi tersebut. Perlu diingat, sebelum menginsal, budayakan membaca spesifikasi aplikasi tersebut dan melihat tanggapan-tanggapan dari para pengguna yang sudah menginstalnya. Apabila rata-rata tanggapannya kurang baik, langkah baiknya pertimbangkan lagi.

Sedangkan untuk aplikasi yang berasal dari toko tidak resmi, biasanya kerap menyisipkan malware yang dapat merusak, bahkan kerap digunakan oleh para peretas untuk mengambil data pengguna.

2. Pakai aplikasi antivirus tersertifikasi

Demi melindungi data serta informasi pada smartphone Anda, tentu gunakanlah layanan antivirus yang memang sudah terpercaya. Hal itu tentunya supaya keamanan bisa terjaga dengan baik dan antivirus terpercaya tersebut dapat mendeteksi hal-hal yang kurang baik bagi penggunanya.

3. Hindari menyimpan password di browser

Biasanya, pada awal kita masuk berbagai media sosial atau email pengguna ditawarkan sebuah pop up untuk menyimpan password setelah kita masuk ke dalamnya. Dengan hal itu, disarankan agar tidak menyimpannya supaya ketika orang lain membuka hal yang sama data kita atau media sosial kita tidak dibuka. Jika kita lalai, hapus history aktifitas penjelajahan internet, termasuk juga cache, cookies maupun paswordnya.

4. Khusus layanan pesan instan, gunakan aplikasi yang memiliki ekripsi terbaik

Gunakanlah layana pesan instan dengan enkripsi terbaik seperti halnya Whatsapp, Telegram maupun Line. Diketahui, pesan yang dienkripsi dengan baik dapat terhindar dari intaian para peretas.

5. Jangan buka email masuk yang mencurigakan

Selain mengintai media sosial, para peretas juga kerap mencari celah agar tujuan mereka tercapai yang salah satunya mengirimkan spam maupun malware melalui email. Biasanya, pesan yang dikirim cukup beragam. Mulai dari yang paling sulit dibaca hingga paling menarik. Maka dari itu, dianjurkan untuk tidak membuka link maupun email yang mencurigakan. Bahkan, kalau bisa, segera hapus pesan tersebut secara permanen.

6. Jangan mengakses hal penting menggunakan Wi-Fi publik

Namanya juga fasilitas publik, tentu yang menggunakan siapa saja. Demi menjaga keamanan, khususnya dalam hal-hal penting, sebaiknya tidak mengaksesnya melalui fasilitas publik. Sebab, para peretas juga kerap memanfaatkan situasi tersebut untuk membobol atau mengacak-acak data.

7. Jangan pernah mengakses situs pornografi

Sudah rahasia lagi, situs pornografi dikenal sangat membahayakan perangkat baik komputer maupun smartphone. Pasalnya, dalam situs tersebut kerap disusupi berbagai virus maupun malware yang sangat merugikan penggunanya. Meski menarik, para peretas kerap menggunakan trik melalui situs pornografi untuk menjalankan aksinya.

8. Pakai password yang aman dan perketat keamanan dengan verifikasi ganda

Masih banyak pengguna internet menggunakan password yang mudah ditebak oleh orang lain maupun peretas lantaran masih menggunakan tanggal, bulan maupun tahun lahir pemilik akun. Karena contoh tersebut, sebaiknya hindari password yang berkaitan dengan informasi pribadi. Selain itu, gunakan layanan agar dapat mengoutentifikasi password melalui ponsel. Artinya, selain memasukan password, pengguna juga diharuskan memvalidasi ulang menggunakan pesan yang masuk melalui telepon seluler.

9. Hindari pemasangan informasi pribadi di media sosial

Terakhir, pengguna internet yang terbilang masih awam biasanya membeberkan secara lengkap informasi pribadinya di media sosial. Karena demi menjaga kemanan, mulailah atur ulang informasi yang dipublikasikan agar tidak dipergunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab maupun para peretas yang selalu mengintai. (Muhafid/R6/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply