Benarkah Sayap & Ceker Ayam Picu Kanker? Ini Penjelasannya

26/05/2017 0 Comments
Benarkah Sayap & Ceker Ayam Picu Kanker? Ini Penjelasannya

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Masyarakat Indonesia rata-rata suka makan ayam. Tapi bagaimana reaksi Anda saat mendengar kabar bahwa bagian sayap dan ceker ayam dapat memicu kanker?

Menurut rumor yang beredar, peternak menyuntik ayam negeri dengan hormon steroid agar dapat tumbuh besar dengan cepat. Sehingga, dengan tubuh yang besar maka dagingnya pun banyak dan uang yang didapat juga akan menggemuk.

Dikutip dari klikdokter.com, kabarnya penyuntikan paling sering adalah di bagian sayap, ceker, dan leher. Jadi, bagian tubuh tersebut diyakini mengandung kadar hormon paling tinggi.

Menanggapi hal itu, banyak pakar yang angkat bicara membantahnya. Menurut Universitas North Carolina State, Universitas Purdue, dan Fakultas Pangan Universitas Arkansas, di Amerika Serikat, bahwa kabar tersebut tidak benar.

Sebab, tubuh ayam menjadi besar dan gemuk dengan cepat, yakni kurang lebih 40-45 hari, bukanlah akibat disuntik hormon, melainkan karena proses budidaya melalui seleksi genetik. Lagipula, penyuntikan hormon sudah dilarang sejak 1960.

Pendapat serupa juga dinyatakan Badan Keamanan Obat dan Pangan Amerika (Food and Drug Administration), bahwa kalaupun ada, kadar hormon dalam ayam masih aman dan layak untuk dikonsumsi.

Kementrian Pangan Cina juga mengatakan hal serupa. Bahkan, mereka sudah melakukan tes terhadap ayam yang terdapat di berbagai supermarket, pasar, serta restoran di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Hasil tes ternyata tidak terdeteksi hormon steroid pada ayam-ayam tersebut.

Meskipun tidak mengandung hormon steroid, bukan berarti ayam negeri bebas dari zat kimia. Untuk itu, konsumsi ayam organik tetap menjadi pilihan yang lebih baik. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!