BNN Kabupaten Ciamis ; Konsep Penanganan Pasca Rehabilitasi Belum Dipahami

01/05/2017 0 Comments
BNN Kabupaten Ciamis ; Konsep Penanganan Pasca Rehabilitasi Belum Dipahami

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, Drs. Dedy Mudyana, M.Si, saat menyampaikan materi pada acara sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi, di The Priangan Hotel. Photo : Dian Sholeh WP/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), –

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, Drs. Dedy Mudyana, M.Si, menyatakan bahwa pecandu narkoba sejatinya adalah orang yang sakit dan perlu dipulihkan dari masalah adiksi. Pecandu narkoba juga harus diselamatkan dan berhak mendapatkan kesehatan melalui rehabilitasi.

Hal itu disampaikan Dedy saat memberikan materi pada acara sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi yang mengusung tema tentang “Penyalahguna narkoba adalah korban yang harus diselamatkan dan berhak hidup sehat” yang digelar BNN di The Priangan Hotel Ciamis, belum lama ini.

Dedy menuturkan, Pecandu narkoba juga perlu lebih berdaya guna. Karena itulah pasca rehabilitasi penting untuk mereka jalani. Sayangnya masih banyak pihak yang belum memahami konsep seperti tersebut.

Sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi tersebut sedikitnya diikuti oleh 25 orang peserta, yang terdiri dari Inspektorat, Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian.

Kemudian, Dinas Tenaga Kerja, Kesbangpol, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, RSUD Ciamis, UPTD Puskesmas Panumbangan, UPTD Puskesmas Kawali, UPTD Puskesmas Cisaga, UPTD Puskesmas Cikoneng, UPTD Puskesmas Sindangkasih, UPTD Puskesmas Banjarsari, Inabah XXIV, Inabah XXV, Yayasan Ar-Rahmaniyyah, dan Bani Syifa Lakbok.

“Di Indonesia, dari angka 2.14 persen menjadi 2,20 persen atau setara dengan 4,1 juta orang, sehingga perlu adanya optimalisasi upaya P4GN. Salah satunya melalui upaya rehabilitasi terhadap pecandu narkoba,” Ujarnya

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan, proses arah kebijakan BNN dalam program rehabilitasi adalah melakukan pengembangan sebagai pusat pengkajian, pusat layanan dan pusat pelatihan (Center of Excellent), meningkatkan kemampuan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah dan komponen masyarakat, serta mengembangkan program pasca rehabilitasi untuk menurunkan angka kekambuhan secara terukur.

“Apabila semua program tersebut dapat berjalan dengan baik, maka angka prevalensi pecandu narkoba di Indonesia akan menurun. Melalui kegiatan ini, kami sangat berharap lembaga-lembaga terkait dapat melaksanakan kegiatan rehabilitasi sesuai dengan standar pelayanan yang baik serta terjalin komitmen dan sinkronisasi dengan intansi terkait demi tercapainya tujuan menyelaraskan program P4GN,” tuturnya.

Dari pantauan Koran HR, kegiatan sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi menghadirkan empat narasumber, diantaranya Kepala BNNK Ciamis dengan materi Kebijakan dan Program Rehabilitasi BNN Kabupaten Ciamis TA. 2017, Ketua Yayasan Ar-Rahmaniyyah, KH. AA Abdul Aziz dengan materi Sistem Layanan Rehabilitasi Komponen Masyarakat, Kasi Rehabilitasi BNNK Ciamis, Aris Nuryana, S.Sos., dengan materi Standar Pelayanan Rehabilitasi Penyalah Guna Narkoba, dan Fasilitator Rehabilitasi, Wijaya Dewabhrata dengan materi layanan pasca rehabilitasi. (DSW/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!