Cerobong Mesin Oven Bocor, Pabrik Kayu BKS Banjar Nyaris Terbakar

31/05/2017 0 Comments
Cerobong Mesin Oven Bocor, Pabrik Kayu BKS Banjar Nyaris Terbakar

Pabrik pengolahan kayu PT Berkat Karunia Surya (BKS) yang berlokasi di jalan Cimaragas atau tepatnya di Kelurahan Situbatu, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, nyaris terbakar, setelah cerobong mesin oven mengalami bocor, Selasa (30/05/2017) malam. Foto: Istimewa/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Diduga akibat cerobong mesin oven (pengeringan kayu) mengalami bocor, pabrik pengolahan kayu PT Berkat Karunia Surya (BKS) yang berlokasi di jalan Cimaragas atau tepatnya di Kelurahan Situbatu, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, nyaris terbakar, Selasa (30/05/2017) malam. Beruntung kobaran api yang keluar dari cerobong mesin berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil Damkar BPBD Kota Banjar datang ke lokasi.

Menurut petugas sekuriti PT BKS, Dadang, kejadian bocornya cerobong mesin oven yang nyaris membakar ruang pengolahan kayu diperkirakan terjadi pukul 20.00 WIB. Saat itu, kata dia, pihak perusahaan tengah melakukan ujicoba mesin oven baru. Namun naas, saat ujicoba itulah malah nyaris menimbulkan petaka.

“Di bawah cerobong mesin oven terdapat pengapian yang kemudian mengeluarkan asap. Nah, pada tekukan cerobong tersebut mengalami bocor dan tanpa diduga mengeluarkan kobaran api,” katanya.

Dadang menambahkan, dikhawatirkan api yang keluar dari sela-sela batang cerobong semakin membesar, pihaknya kemudian meminta petugas Damkar BPBD Kota Banjar untuk segera menjinakan api. “ Karena kalau disemprot memakai hidran yang ada di pabrik, diprediksi tak akan sanggup memadamkan api. Sebab kobaran api sangat besar dan dikhawatirkan merembet ke tumpukan kayu yang mudah terbakar,” ujarnya.

Setelah dua unit mobil damkar BPBD Kota Banjar datang ke lokasi dan berusaha menjinakan si jago merah, kata Dadang, selang waktu 15 menit kemudian sudah berhasil memadamkan api. “Alhamdulilah api tidak sampai merembet ke tumpukan kayu ataupun bangunan pabrik. Dalam peristiwa ini pun tidak menimbulkan kerugian. Hanya kami para karyawan sempat panik ketika melihat kobaran api tengah membesar,” ujarnya.

Dadang mengatakan, peristiwa ini pun tidak sampai mengganggu aktivitas produksi. Setelah api berhasil dipadamkan, tambah dia, aktivitas produksi pun kembali lancar dan tidak diberhentikan. “Seluruh karyawan sudah bekerja seperti biasa. Tidak ada kerusakan ataupun kerugian material akibat peristiwa tersebut,” pungkasnya. (Muhafid/R2/HR-Online)   

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!