Dekan Fikes Unigal Ciamis; Kualitas Generasi Penerus Bangsa Dipengaruhi Fase 1000 HPK

16/05/2017 0 Comments
Dekan Fikes Unigal Ciamis; Kualitas Generasi Penerus Bangsa Dipengaruhi Fase 1000 HPK

Seminar Nasional Kesehatan bertajuk Peran Tenaga Kesehatan dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Mewujudkan Generasi Penerus Bangsa Berkualitas, Sabtu (06/05/2017) lalu, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Foto: Deni Supendi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Generasi yang berkualitas merupakan aset pendukung keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Generasi yang berkualitas tentu berasal dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pula. SDM berkualitas memiliki tingkat kesehatan yang baik, cerdas dan  memiliki fisik yang tangguh serta produktif.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Galuh (Unigal), Hj. Tita Juita, Dra.,M.PD.,M.Kes, ditemui Koran HR, saat Seminar Nasional Kesehatan bertajuk Peran Tenaga Kesehatan dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Mewujudkan Generasi Penerus Bangsa Berkualitas, Sabtu (06/05/2017) lalu, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis.

Tita menuturkan, pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM, salah satunya melalui gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurut dia, 1000 HPK dimulai sejak fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).

“Telah disepakati oleh para ahli di seluruh dunia bahwa fase tersebut merupakan saat yang terpenting dalam hidup seseorang. Perkembangan janin di dalam kandungan hingga usianya yang kedua, menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Galuh (Unigal), Daniel Akbar Wibowo, S.Kep.,Ners.,MM.,M.Kep, menjelaskan, gerakan 1000 HPK bertujuan untuk memperbaiki status kesehatan bayi dan anak.

Daniel menuturkan, gerakan 1000 HPK memerlukan peran serta pemerintah, masyarakat dan semua tenaga kesehatan yang meliputi dokter, bidan, perawat, sampai ahli gizi. Pemeliharaan kesehatan bayi sampai dengan usia dua tahun (baduta), harus dilakukan agar dapat diperoleh kehidupan anak yang optimal.

“Anak yang sakit dan kurang gizi akan tumbuh lebih pendek dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sehingga akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan, serta menurunkan produktifitas pada usia dewasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Daniel berharap mahasiswa dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya 1000 HPK serta menyukeskan gerakan 1000 HPK untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. (ADV)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!