Dinsos Pangandaran Revitalisasi Posyandu Jadi Multifungsi

22/05/2017 0 Comments
Dinsos Pangandaran Revitalisasi Posyandu Jadi Multifungsi

Foto: Ilustrasi net/ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran, Dani  Hamdani, mengatakan, pihaknya tengah memfokuskan revitalisasi Posyandu untuk mengarah pada Posyandu multifungsi selain sebagai pelayanan kegiatan dasar pembinaan keluarga, remaja, dan lansia.

Artinya, kata Dani, Posyandu juga bisa terbuka untuk peran serta berbagai SKPD terkait  untuk menjembatani Pemda Pangandaran dalam peningkatan baik pembangunan fisik maupun mental yang berangkat dari lingkung terkecil, yakni lingkungan rumah tangga.

“Yang paling penting kita bangun pola pikir masyarakatnya dulu mulai dari lingkungan rumah tangga. Dengan hal ini Pemda bisa mengintervensi bukan hanya satu SKPD saja, tetapi semua punya peran yang berbeda,” jelas Dani Hamdani kepada Koran HR, Senin (15/5/2017) lalu.

Lebih lanjut, Dani mencontohkan, dalam Posyandu multifungsi tersebut peran Dinas Keluarga Berencana yakni mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi, Dinas Sosial membina keluarga, remaja, dan lansianya, Dinas Perpustakaan menyiapkan serta memfasilitasi buku-buku untuk bacaan di Posyandu.

“Dinas Pertanian juga bisa mengintervensi pada cara membuat apotek hidup, warung hidup, himbauan untuk menanam pohon minimal 5 dan juga untuk Dinas Kelautan diberikan bantuan budidaya perikanan air tawar pada pekarangan, serta masih banyak yang perlu disinergikan. Sehingga dengan hal ini pembangunan akan mudah tercapai,” katanya.

Masih dikatakan Dani, perlunya merevitalisasi Posyandu sehingga menjadi multifungsi dinilai sangat penting. Sebab, sebanyak 247 Posyandu di Pangandaran terbilang masih nebeng dan belum mandiri. Untuk itu, di tahun anggaran 2017 ini pihaknya akan merevitalisasi sebanyak 10 Posyandu dengan rincian untuk satu Kecamatan satu Posyandu yang nanti arahnya menjadi multifungsi dengan ukuran 6X7 meter dengan nilai anggaran kurang lebih Rp. 434 juta.

“Kita mulai dari hal yang terkecil, yakni dari Posyandu. Sedangkan menurut kami itu tidak mengganggu dinas, malah justru dalam mengisinya akan berbarengan dan tidak akan tumpang tindih sasaran kegiatannya. Jadi, kita berupaya merubah pola pikir masyarakat yang inginnya selalu diberi dengan kita latih dan diberi permodalannya supaya bisa menjadi keluarga yang mandiri,” pungkas Dani Hamdani. (Mad/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!