Diserang Hama Tikus, Petani di Banjar Gagal Panen

21/05/2017 0 Comments
Diserang Hama Tikus, Petani di Banjar Gagal Panen

Ketua Kelompok Tani Irmas Jaya dan warga saat melihat tanaman padi yang hampir panen ludes diserang hama tikus. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Puluhan hektare sawah di Dusun Bobojong, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, terserang hama tikus. Bahkan, tanaman padi yang hampir 40 hari lagi panen itu kini menjadi pemandangan yang menyedihkan bagi para petani.

Aming, petani warga setempat, mengatakan, kejadian hama tikus yang menyerang sawah para petani tersebut berlangsung sangat cepat. Sebab, tidak kurang dari beberapa hari, bulir-bulir padi yang sudah tumbuh kini ludes.

“Kejadiannya sekitar dua minggu lalu. Petani saat ini hanya bisa meratapi kesedihan sawahnya yang menjadi harapan untuk bekal Lebaran nanti malah diserang hama tikus. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya tidak seperti ini,” tuturnya, kepada Koran HR, Selasa (16/05/2017) lalu.

Menurut Aming, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2011 silam. Namun, serangan hama tikus tidak separah tahun 2017 ini. Meski langkah antisipasi sebelumnya pernah dilakukan petani dengan berbagai cara, namun tanaman padi gagal panen total.

“Aliran air kita hentikan hingga sawahnya kering, dialiri air sampai sekitar 20 centimeter sudah dan berbagai cara lainnya pun sudah kami tempuh. Tapi seolah-oleh serangan hama tikus kali ini seperti musimnya. Jadi, kami hanya bisa pasrah,” ucap Aming.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kelompok Tani Irmas Jaya, Mod (48), bahwa lahan sawah seluas 25 hektare yang dikelola petani, kini tinggal hamparan tanaman padi yang kering tanpa bulir padi setelah diserang hama tikus.

Bahkan, lanjutnya, tanaman palawija yang berada di sekitar sawah juga menjadi sasaran ganasnya hama tikus. Karena kejadian tersebut, sudah beberapa hari ini para petani tidak melakukan aktifitas ke sawah karena mereka sedih jika melihat tanamannya yang gagal panen.

“Padahal, pada hari sebelum hama menyerang, kita membicarakan soal panen yang hampir tiba. Namun, pada keesokan harinya malah salah satu sawah milik anggota kami sudah ludes dan merambah ke sawah lainnya,” jelas Mod.

Setelah kejadian tersebut, dirinya pun langsung melakukan koordinasi kepada pihak desa dan Dinas Pertanian, soal gagal panen yang menimpa para petani di daerah tersebut. Namun tidak ada solusi karena tanaman padi mereka sudah ludes.

“Ya semuanya hanya bisa pasrah. Paling nanti setelah Lebaran kita akan bersama-sama memburu tikus dan mengahancurkan sarangnya, supaya tanaman padi yang akan ditanam tidak gagal panen,” katanya.

Mod menambahkan, jika melihat pengalaman di tahun 2011 lalu, masyarakat bersama aparat kepolisian dan TNI kompak memburu hama tikus hingga terkumpul sebanyak 3 karung besar. Pihaknya pun berharap, panen yang akan datang hama tikus tidak lagi menyerang separah kali ini.

“Ikhtiar kita sudah kita lakukan, berbagai cara pun kita laksanakan agar hama tikus itu tidak menyerang. Namun tidak ada daya kalau kejadiannya sudah seperti ini,” ucap Mod.

Di tempat terpisah, Kasi. Kesejahteraan Pemerintah Desa Karyamukti, Feri Januar, mengatakan, bahwa hama tikus yang menyerang lahan pesawahan di wilayah Desa Karyamukti meliputi dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Irmas Jaya dengan luas sawah 25 hektare dan Kelompok Tani Surya Kencana dengan luas sawah sekitar 5 hektare.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa atas kejadian ini, begitu pula dari dinas terkait. Padahal, kalau dihitung petani di sini sudah menghabiskan uang hingga 800 ribu rupiah tiap 100 bata untuk proses pembajakan sawah sampai menjelang panen. Jadi, bisa kita hitung berapa kerugian mereka,” kata Feri. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!