DPRD Pangandaran Soroti Trend Nikah Malam Lebaran

15/05/2017 0 Comments
DPRD Pangandaran Soroti Trend Nikah Malam Lebaran

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Menghadapi perayaan malam Idul Fitri yang kerap digunakan oleh masyarakat untuk menikah, DPRD Kabupaten Pangandaran menanggapi serius hal tersebut dengan mensosialisasikan surat edaran yang dikeluarkan Kementrian Agama RI dan PP Nomor 48 Tahun 2014  tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 47 tahun 2004 tentang tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada departemen agama.

“Biasanya masyarakat memanfaatkan malam hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha untuk melaksanakan pernikahan. Maka karena permintaannya sangat luar biasa, maka dari itu menanggapinya dengan serius melalui sosialisasi terkait regulasi tersebut,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, kepada Koran HR, Selasa (09/05/2017) lalu.

Menurutnya, yang dikeluarkan Kemenag RI dinilai sangat positif untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas sebelum mereka melaksanakan pernikahan.

Intinya, kata Iwan, bila masyarakat menikah di Kantor KUA pada hari kerja, maka tidak dikenakan biaya sepeserpun atau gratis. Namun jika di luar kantor, maka masyarakat dikenakan administrasi sebesar Rp. 600 ribu. Apabila masyarakat terkena musibah atau bencana, maka tidak dikenakan biaya meskipun memanggil pencatat pernikahan di luar jam kerja.

“Kondisi di lapangan, masyarakat banyak yang belum mengetahui soal ini. Makanya ini kita perlu sebarluaskan dan masyarakat yang sudah tahu diharapkan menginformasikannya kembali,’’ tegasnya. (Ntang/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!