Gagal di Festival Musik Kreatif, Ensamble Technique Banjar Dipuji Banyak Kalangan

25/05/2017 0 Comments
Gagal di Festival Musik Kreatif, Ensamble Technique Banjar Dipuji Banyak Kalangan

Penampilan Grup Band Etnik Esamble Technique saat festival musik kreatif Gema Suara di Tasikmalaya. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Perjuangan grup band etnik asal Kota Banjar, Esemble Technique, terpaksa berhenti di tengah jalan dalam meriah juara dalam Festival Gema Suara Tasik Siap tahun 2017 yang digelar di Kafe Palma Tasikmalaya, Minggu (21/05/2017) lalu.

Group band asal SMK 2 Banjar tersebut hanya berhasil membawa nama baik Banjar sampai sepuluh besar.

Memiliki personil grup musik kreatif yang rata-rata masih usia remaja tersebut ternyata banyak yang menyayangkan karena kandas di sepuluh besar saja. Pasalnya, Esamble Technique merupakan satu-satunya band yang memakai alat tradisional lengkap dan sudah sesuai dengan tema festival tersebut, yakni Nyungsi Diri Miara Tradisi.

“Saya kira Esamble akan masuk juara. Padahal musik mereka sangat etnik dan sesuai dengan tema,” ujar Lukas Hadi, salah satu pengunjung Kafe Palma kepada HR Online.

Hal yang sama juga dikatakan pengunjung lainnya yang juga sekaligus seorang pengamat musik, Evi. Menurutnya, Esamble Technique sangat layak jadi juara, minimal juara satu atau dua. Ia pun mengatakan, bahwa satu-satunya band yang benar-benar miara tradisi.

“Sangat disayangkan grup (Esamble Technique) ini tidak masuk juara. Padahal dari awal audisi hingga grand final grup ini selalu konsisten dengan musik kental etniknya sesuai dengan tema dalam festival ini,” katanya.

Ia pun menambahkan, bahwa kegiatan festival ini lebih baik disebut festival rock saja. Sebab, karena menurutnya banyak peserta rata-rata membawakan musik beraliran rock.

“Menurut saya sih peserta banyak  di luar tema. Festival ini lebih baik disebut festival musik rock saja. Selain itu, juga dalam pamflet pun ditulis peserta hanya se Priangan Timur saja. Namun pada kenyataannya banyak peserta dari luar Priangan Timur,” imbuhnya.

Sementara itu, Indra Toge, pentolan grup band Esamble Technique saat diwawancarai HR  Onlinetidak mengeluarkan banyak komentar. Ia hanya akan intropeksi diri bandnya saja. Menurutnya, seluruh peserta yang tampil di ajang festival tersebut memang skillnya diatas rata-rata dan menjadikan saingan berat.

“Seluruh peserta tampil luar biasa, apalagi di grand final skill mereka memang sangat ciamik. Jika kami gagal menjadi juara, itu tidak masalah dan ini akan menjadi pelecut semangat kami untuk ke depannya,” terang Indra.

Banyak yang menyayangkan Esamble Technique tidak menjadi juara, menurut Indra, itu wajar dan itu merupakan hak mereka sebagai penonton atau pengamat musik saat melihat penampilan Esamble Technique.

“Ya mungkin mereka (pengamat musik) tahu bagaimana penampilan kami tadi. Tapi dalam hal ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Namanya juga festival atau lomba, pasti ada yang menang dan kalah. Nah kami kini ada di pihak yang kalah,” tuturnya sambil tersenyum.

Atas kegagalan di Festival musik kreatif Gema Suara ini, Indra pun meminta maaf kepada warga dan Pemerintah Kota Banjar yang selama ini selalu mendukung perjalanan Esamble Technicque.

Personil Grup Band Etnik asal Kota Banjar, Esamble Technique, usai mengikuti Festival Gema Suara Tasik Siap tahun 2017 yang digelar di Kafe Palma Tasikmalaya, Minggu (21/05/2017) lalu. Foto: Hermanto/HR

Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana pun menanggapi hal ini. Menurutnya, ia pun selalu mengamati sepak terjang dari grup band etnik asal SMK 2 Banjar ini. Beberapa kali grup Esamble Technique telah membawa nama harum Kota Banjar dengan berbagai prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Jenjang mereka masih panjang karena seluruh personil merupakan para remaja. Namun setidaknya Esamble Technicque pernah membawa nama harum Kota Banjar di tingkat provinsi dan nasional. Di tingkat provinsi, grup ini menjadi jawara di Garut dan merebut juara pertama. Dan di tingkat nasional yakni juara dua masing-masing di Bali dan Cirebon dalam ajang festival musik etnik,” ujarnya kepada HR Online.

Hal yang sama dikatakan Wakil Walikota Banjar, Darmadji Prawirasetia. Menurutnya kegagalan tersebut harus dijadikan tantangan ke depan untuk lebih baik.

“Saya salut dengan Esamble Technique. Meskipun kini gagal, namun kami atas nama Pemkot Banjar merasa bangga terhadap grup band etnik yang sudah beberapa kali mendulang prestasi di kancah nasional dan semoga ke depannya bisa lebih baik,” tuturnya.

Dalam Festival Musik Kreatif Gema Suara ini, sebagai juara pertama berhasil diraih oleh Valak (Jakarta), juara dua Jam Seasion (Tasikmalaya), dan juara ketiga Remaja Senyum (Bekasi). (Hermanto/R6/HR-Online)

Berita Terkait

Ensemble Technique Banjar Sabet Juara Dua Festival Musik Kreasi Nasional

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!