Geger, Petugas Damkar Banjar Tiga Kali Ditipu Penelpon Gelap

25/05/2017 0 Comments
Geger, Petugas Damkar Banjar Tiga Kali Ditipu Penelpon Gelap

Warga saat berkerumun di sekitaran Perum Dobo Regency, Kelurahan/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Banjar, Rabu (24/5/2017) malam, sekitar pukul 21.00 WIB ditelepon orang tak dikenal. Penelpon tersebut melaporkan telah terjadi kebakaran di wilayah Dobo, Kelurahan, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Karuan saja, setelah mendapatkan telepon pengaduan tersebut, petugas Damkar dengan dua unit mobil rescue langsung menuju lokasi kejadian sesuai yang diinformasikan tadi.

Namun setelah petugas tiba di lokasi, ternyata peristiwa kebakaran tersebut tidak ada dan hanya kerumunan warga sekitar yang kaget karena suara sirine mobil damkar.

“Saya kaget dengan suara sirine dari kendaraan damkar yang dengan cepat memasuki perumahan Dobo regency. Dan justru saya bertanya ada kebakaran dimana karena di wilayah kami tidak terjadi kebakaran,” ujar Saeful (48), warga Perum Dobo Regency kepada HR Online.

Karena tidak ada kejadian seperti yang dilaporkan penelpon gelap tersebut,  para petugas damkar pun pulang dengan rasa penuh kecewa lantaran merasa dikibuli mentah-mentah.

Petugas Damkar, Endin, mengaku sangat merasa kecewa dengan adanya penelpon gelap itu. Menurutnya, pihak Damkar Kota Banjar sudah tiga kali ditelpon orang yang tidak bertanggung jawab.

“Sudah tiga kali kami ditipu seperti ini. Yang pertama kejadiannya di wilayah Jadimulya, kemudian di Banjar Kolot dan kini di Perum Dobo,” ketusnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat jangan main-main dengan memberikan informasi palsu kepada petugas Damkar. Sebab, dalam hal ini bisa menyebabkan resiko yang sangat membahayakan terutama kecelakaan lalu lintas.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak main-main dalam memberikan informasi. Ini sangat beresiko karena saat meluncur ke lokasi, kendaraan kami sangat cepat di jalan,” imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan petugas Damkar lainnya, Uman. Menurutnya jika pihaknya mengabaikan laporan tersebut pun salah, karena jika dibiarkan khawatir info tersebut benar.

“Kami pun bersalah jika membiarkan adanya laporan dari masyarakat. Namun kami sudah tiga kali diperlakukan seperti ini,” ujarnya dengan wajah penuh kekecewaan. (Hermanto/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!