Hindari Saber Pungli, Sekolah di Banjar Sebut Perpisahan Siswa dengan Istilah Lain

19/05/2017 0 Comments
Hindari Saber Pungli, Sekolah di Banjar Sebut Perpisahan Siswa dengan Istilah Lain

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Bulan Mei 2017 ini menjadi musim pelepasan siswa kelas akhir, dari mulai tingkat SD hingga SMA. Dalam penyelenggaraannya, sekarang ini sekolah menyebutnya dengan berbagai istilah, ada yang dinamai kegiatan akhir tahun ajaran, wisuda purna dan sebagainya.

Hal itu untuk menjaga kemungkinan terkena saber pungli, terlebih setiap siswanya harus menyumbangkan biaya dengan besaran yang bervariatif, tergantung kesepakatan pihak orang tua siswa di masing-masing sekolah, ada yang Rp.100 ribu rupiah hingga Rp.200 ribu rupiah.

Seperti halnya di SMPN 8 Kota Banjar, dalam minggu-minggu ini sekolah tersebut akan menyelenggarakan perpisahan siswa kelas IX dengan istilah kegiatan akhir tahun ajaran.

“Ya kita akan adakan kegiatan tersebut, namun belum pasti waktunya. Yang lebih tahu komite. Kita sekolah tak terlalu jauh mengurusi, apalagi soal biaya atau keuangan untuk pelaksanaannya,” kata Kepala SMPN 8 Banjar, Siswati, kepada Koran HR, Sabtu (13/05/2017).

Sementara itu, Wakasek Humas SMPN 8, Ruhimat, di dampingi ketua panitia, Dede, menegaskan, pihak sekolahnya tidak mengadakan perpisahan tapi akan menyelenggarakan kegiatan akhir tahun ajaran kelas IX dengan diisi salah satunya pentas kreativitas dan seni dari para siswanya.

“Perpisahan dengan kegiatan akhir tahun ajaran itu beda. Jika perpisahan, ya kita berpisah. Ini kan bukan, hanya bentuk pertunjukan kreativitas dan seni siswa, sekaligus penyampaian perkembangan sekolah. Soal kegiatannya mengandung biaya, sudah jelas. Itu bisa ditanyakan pada komite,” ujar Ruhimat.

Sekretaris Komite SMPN 8, Asep Purwanto, saat dikonfirmasi terkait hal itu, enggan berbicara panjang. Namun, pihaknya tak menampik bahwa memang akan diadakan perpisahan siswa kelas IX pada hari Kamis (18/05/2017).

“Yang lebih tahu itu pihak sekolah, bagaimana pola dan sistem biaya penyelenggaraannya. Harus berdasar musyawarah kegiatannya dan biaya disepakati bersama. Pokoknya rawanlah. Saat ini ada regulasi yang mengaturnya, terlebih ada saber pungli,” kata Asep.

Di lain tempat, Kepala SMAN 2 Banjar, Barnas, mengaku, awalnya untuk tahun ini acara perpisahan tak akan digelar. Namun, siswanya tetap menghendaki acara perpisahan digelar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Itu silahkan nanti bagaimana komite dan kesiapan orang tua saja. Yang jelas kegiatan pelepasan siswa tidak boleh dibiayai dana BOS, atau sumber-sumber bantuan pemerintah lainnya. Jadi, jika mau dilaksanakan perlu sumbangsih orang tua siswa. Kita tidak pungut biaya, tapi istilahnya sumbangan orang tua siswa yang disepakatinya 100 ribu rupiah,” ungkap Barnas.

Di tempat yang sama, Wakasek Humas, Enceng Sutiman, dan Wakasek Kesiswaan, Sugeng, menambahkan, rencana pelaksanaan acara perpisahan semata-mata atas permintaan siswanya sendiri dan disetujui oleh para orang tuanya.

“Jika siswa menghendaki dan disetujui orang tua, ya kita pihak sekolah tinggal mengikutinya. Terpenting komitenya juga harus siap,” tukas Enceng. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!