HMJ Syari’ah STAIMA Banjar Gelar Seminar Hukum Keluarga Islam

17/05/2017 1 Comment
HMJ Syari’ah STAIMA Banjar Gelar Seminar Hukum Keluarga Islam

Seminar hukum keluarga yang digelar HMJ Syari’ah STAIMA Kota Banjar di Aula Kampus STAIMA Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syari’ah Akhwalus Syakhsiyyah STAIMA Kota Banjar, menggelar seminar Hukum Keluarga Islam di aula kampus STAIMA Kota Banjar, Selasa (16/05/2017).

Dalam kegiatan tersebut, HMJ Syariah STAIMA mengundang sejumlah kepala desa, P3N, serta  perwakilan KUA yang ada di Kota Banjar. Bahkan, sebagai narasumber utama merupakan Kepala Pengadilan Agama Kota Banjar, Asep Muhammad Ali Nurdin.

Khorudin, panitia penyelenggara, mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan tersebut guna mengenalkan kepada masyarakat, terkait keberadaan mahasiswa yang berkecimpung di dunia hukum Islam, khususnya dari STAIMA Kota Banjar. Hal tersebut guna bersama-sama bersinergi membangun serta mengabdi, selain duduk di bangku kuliah.

“Kita harap dengan adanya mahasiswa yang menjurus di bidang syariah ini, kami bisa belajar dengan kehidupan masyarakat yang begitu kompleks, terutama masalah urusan keluarga. Apalagi fenomena masyarakat milenial saat ini semakin banyak problematikanya, seperti halnya fenomena perceraian,” terang Khorudin, saat ditemui Koran HR, di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, Ketua Jurusan Syariah, Mastur Hamami, mengatakan, pihaknya mengapresiasi HMJ yang kini mulai berani mengenalkan dirinya kepada masyarakat, khusunya kepada lembaga yang berjibaku dengan urusan soal kekeluargaan, seperti halnya P3N, KUA maupun Pengadilan Agama.

“Kita menginginkan hal semacam ini bisa terus dilakukan agar para mahasiswa nantinya tidak gagap ketika terjun di tengah-tengah masyarakat. Terlebih sesuai dengan jurusan yang erat kaitannya dengan hukum keluarga,” kata Mastur.

Di tempat yang sama, Kepala Pangadilan Agama Kota Banjar, Asep Muhammad Ali Nurdin, dalam pemaparannya mengatakan, keberadaan mahasiswa syariah yang ada di Kota Banjar saat ini merupakan aset penting untuk masa depan. Artinya, lulusan jurusan hukum keluarga tersebut dituntut menjadi pribadi yang profesional, serta harus memiliki kecakapan ilmu pengetahuan yang ditempa di bangku kuliah.

“Nanti mereka yang akan melanjutkan kita. Apabila mereka serius dalam bergelut di dunia hukum keluarga, niscaya keberadaan mereka tentu sangat berdampak besar pada masyarakat. Terlebih kondisi saat ini masyarakat semakin kompleks permasalahannya,” tandas Asep. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Ketua HMJ May 20, at 02:53

    terimakasih pak Muhafid atas liputanya inget juga sebagai alumni SYARIAH mohon bantuan dan masukanya pa Senior

    Reply

Leave a Reply