Jelang Ramadhan, Harga Komoditi Pangan di Banjar Mulai Naik

13/05/2017 0 Comments
Jelang Ramadhan, Harga Komoditi Pangan di Banjar Mulai Naik

Salah satu pembeli kebutuhan pokok saat di Pasar Banjar. Menjelang bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Banjar mulai mengalami kenaikkan. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang puasa hingga Lebaran sepertinya sudah menjadi rutinitas. Pada saat itu juga, masyarakat perlu menyiapkan dana lebih untuk bisa berbelanja guna memenuhi kebutuhan dapur.

Rosita (46), salah seorang warga Banjar, mengatakan, meskipun bulan Ramadhan masih sekitar dua minggu lagi, namun dirinya sudah memaklumi bila nanti menjelang pergantian bulan dalam kalender Islam tersebut harga kebutuhan pokok bakal naik.

“Walaupun pemerintah berulangkali menyampaikan bisa mengantisipasi hal itu, tapi biasanya justru harga tetap saja naik. Padahal, kita sebagai warga biasa hanya ingin menikmati semuanya dengan harga-harga yang terjangkau,” tuturnya, kepada Koran HR, Selasa (09/05/2017) lalu, saat berada di Pasar Banjar.

Sebelum harga kebutuhan pokok naik tinggi, Rosita berharap ada upaya yang dilakukan berbagai elemen, khususnya pemerintah, agar hal itu tidak terulang kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Nur, salah satu pedagang sembako di Pasar Banjar, mengatakan, saat ini harga kebutuhan bumbu dapur kenaikannya masih terbilang standar. Pasalnya, tidak semua kebutuhan mengalami kenaikan yang signifikan.

Dia menyebutkan, yang mengalami kenaikan saat ini di pasaran adalah telur dengan harga eceran hingga Rp.21 ribu per kilogramnya, sedangkan harga sebelumnya sekitar Rp.18.500. Untuk harga cabai warna orange atau hampir merah juga mengalami kenaikan, dari harga Rp.60 ribu per kilogram menjadi Rp.70 ribu.

“Bawang putih juga naik, dari harga antara 35 ribu rupiah sampai 40 ribu rupiah per kilogram, kini menjadi 50 ribu rupiah per kilogram. Yang masih stabil bawang merah dan minyak. Kalau bawang merah masih di angka 28 ribu rupiah per kilogram, dan minyak 11 ribu rupiah per liter. Biasanya bahan ini tetap stabil, tidak seperti bahan lainnya,” terang Nur.

Menurutnya, menjelang Ramadhan, harga sembako biasanya mengalami kenaikan karena banyak faktor. Meski begitu, sebagai pedagang dirinya berharap kenaikan tersebut tidak memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Kalau mahal kan kita juga kena dampaknya. Maka dari itu mudah-mudahan nanti bila naik pun tidak terlalu tinggi, artinya kenaikan dalam tahap wajar,” harap Nur.

Sementara itu, menurut Hendi, pedagang sayuran di Pasar Banjar, bahwa saat ini harga sayuran masih relatif stabil. Dia menduga kenaikan akan terjadi satu minggu menjelang Lebaran, namun kenaikkannya tidak sampai siginifikan. “Paling naik harga dari seribu sampai dua ribu rupiah dari harga tetap,” ujar Hendi.

Hal yang sama dikatakan penjual daging ayam, Eni. Menurutnya, harga daging ayam hingga saat ini masih relatif stabil, yakni dikisaran Rp.28 ribu hingga Rp.30 ribu per kilogramnya.

Sedangkan, Iwan, pedagang lainnya, mengaku, menjelang bulan Ramadhan, belum ada peningkatan pembeli di kios miliknya. Dia memperkirakan peningkatan pembeli akan terjadi seminggu sebelum Lebaran. (Muhafid/Hermanto)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!