Jelang Ramadhan, Pedagang Mulai Berjualan di Jalan Raya Langensari Banjar

09/05/2017 1 Comment
Jelang Ramadhan, Pedagang Mulai Berjualan di Jalan Raya Langensari Banjar

Lapak pedagang di Jalan Raya Langensari, kini semakin bertambah menjelang bulan suci ramadhan. Photo: Muhafid/HR​

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ramainya pengendara yang singgah di Jalan Raya Langensari, tepatnya di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat, khususnya yang ingin mengais rezeki dengan cara berdagang makanan dan minuman segar.

Jalan yang diapit pesawahan dan pohon trembesi itu membuat suasana di lokasi tersebut menjadi teduh, sehingga semakin memikat para pengendara untuk beristirahat sejenak menghilangkan lelah. Terlebih keberadaan pepohonan di sepanjang jalan itu tampak membentuk seperti lorong, dan kerap dimanfaatkan warga untuk mengabadikannya dengan berfoto.

Sumiati, warga Langensari yang juga salah satu pedagang, mengaku dirinya sudah dua tahun berjualan minuman segar dan makanan di kawasan jalan tersebut. Bahkan, dirinya merupakan pedagang pertama yang mendirikan lapak sebelum warga lainnya mengikuti.

Menurutnya, dengan bermodalkan keberanian, ia bersama suaminya bisa mendapatkan penghasilan dari berdagang es kelapa muda serta makanan ringan. “Awalnya mau dagang di sini cuma izin sama pihak RT dan golongan saja. Selebihnya tidak ada izin yang neka-neko kaya di daerah lain. Ini kan tanah Negara. Kepada yang punya sawah juga tidak ada izin,” tuturnya, kepada Koran HR, Selasa (02/05/2017).

Meski tanpa izin, namun berbagai macam kendala selama berdagang di lokasi itu sering dialaminya. Jika malam hari, lapak dagangannya kerap dipakai tempat nongkrong para remaja maupun pemuda, sambil mabuk komix maupun minuman keras.

“Kadang kalau pagi saya buka sekitar jam 10.00 itu, kondisi meja dan kursinya sudah berantakan. Apalagi banyak bungkusan bekas obat batuk komix. Kalau botol minuman keras biasanya dilempar sama pemuda yang mabuk malam harinya ke sawah,” terangnya.

Tapi, berkat ketekunannya berjualan di lokasi tersebut, Sumiati menyebutkan bahwa warga lain dari wilayah Langensari juga mengikuti jejaknya, yakni berdagang di sekitar jalan. Sehingga, satu per satu lapak pedagang sudah mulai bermunculan.

Di lokasi yang sama, suami Sumiati, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, warga lain yang akan berjualan di lokasi tersebut tidak satu jenis dengan yang dijual olehnya. Terlebih mereka akan berjualan dalam mengahadapi bulan puasa.

“Kalau ngabuburit di sini ramai terus, kadang saya bisa sampai kewalahan melayani pembeli yang ingin membeli bekal untuk berbuka puasa. Mungkin itu yang menjadi daya tarik warga lain untuk berdagang di sini. Selain izinnya mudah, bahkan tak perlu izin juga bisa, akan tetapi bisa berjualan di sini,” ungkapnya.

Sedangkan, menurut Sobir, salah satu pengendara yang hendak mampir ke warung Sumiati, mengaku senang ada tempat istirahat dan penjual minuman di kawasan jalan tersebut. Karena, selain aksesnya mudah, suasananya sejuk dan pemandangan yang asri bisa dirasakannya.

“Kalau bisa lebih ramai lagi para pedagangnya dengan berbagai macam jenis kuliner. Tentunya lokasi ini potensial sekali sebagai kawasan wisata kuliner. Meski lokasinya tanah Negara dan sawahnya milik warga, namun tinggal regulasi yang dari pihak desa maupun Dinas PU agar para pedagang bisa terus mencari rezeki di lokasi ini,” kata Sobir. (Muhafid/Koran-HR)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply