Mengenal Lebih Dekat Curug Goong di Padaherang Pangandaran

13/05/2017 0 Comments
Mengenal Lebih Dekat Curug Goong di Padaherang Pangandaran

Budayawan Pangandaran, Erik Krisnayudha saat melihat Curug Goong yang terletak di Dusun Paliken, Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dibailik hamparan sawah dan pegunungan di Kecamatan Padaherang, tersimpan sebuah potensi wisata yang dikenal Curug Goong yang terletak di Dusun Paliken, Desa Paris Geulis masih belum banyak diketahui masyarakat, terutama travelers.

Abah Ano, salah satu sesepuh Kecamatan Padaherang, mengatakan, Curug Goong selain memiliki air yang jernih serta udara yang sejuk, di lokasi tersebut juga memiliki keindahan alam yang masih terjaga dengan baik.

“Selain eksotisme alamnya, di sini juga menyimpan sebuah legenda yang masih diyakini masyarakat setempat,” tutur Abah Ano kepada Koran HR, Senin (08/05/2015) lalu.

Dia menjelaskan, Curug Goong merupakan tempat penyimpanan alat gamelan ronggeng gunung saat Dewi Rengganis bermukim di daerah tersebut. Dengan kesaktian yang dimiliki Dewi Rengganis, gamelan tersebut disimpan sudah sejak ratusan tahun lalu di dinding curug yang mana di malam tertentu masyarakat kerap mendengar suara gamelan dari curug tersebut.

“Konon, dulunya di sini ada kalau ada group seni ronggeng akan mengadakan pagelaran seni, mereka dianjurkan melakukan ritual terlebih dahulu di lokasi curug sebelum memulai pentas. Setelah ritual, tiba-tiba gamelan muncul dari tebing curug untuk digunakan pentas seni ronggeng. Sebelum fajar tiba, mereka dituntut mengembalikan gamelan tersebut di lokasi curug,” paparnya kepada Koran HR.

Budayawan Pangandaran, Erik Krisnayudha saat melihat Curug Goong yang terletak di Dusun Paliken, Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pada suatu waktu, kata Abah Ano, ada satu group ronggeng gunung tidak mentaati aturan yang mereka tidak mengembalikan hingga fajar tiba. Karena melanggar syarat tersebut, tiba-tiba gamelan tersebut menghilang dengan sendirinya.

“Hingga saat ini pun gamelannya tidak diketahui keberadaannya. Namun masyarakat masih mempercayai bahwa gamelannya masih ada di lokasi curug dengan adanya suara yang kerap muncul,” tutupnya. 

Sementara itu, Budayawan Pangandaran, Erik Krisnayudha, mengatakan, keberadaan Curug Goong memiliki potensi wisata yang patut dikembangkan sebagai wisata lokal guna menambah catatan wisata baru di Pangandaran.

“Curug Goong ini sebenarnya tidak kalah jauh dengan curug lain yang ada di Indonesia. Jadi, sangat pantas dikembangkan lebih baik. Apalagi Curug Goong memiliki legenda tersendiri yang masih dipercayai masyarakat,” katanya. (Ntang/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!