Menuju Kawasan Wisata Dunia, Ratusan Hotel di Pangandaran tak Miliki IPAL

18/05/2017 0 Comments
Menuju Kawasan Wisata Dunia, Ratusan Hotel di Pangandaran tak Miliki IPAL

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dalam menuju Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia, Pangandaran terus melakukan penataan baik kawasan wisata, ruang terbuka hijau (RTH) maupun penataan PKL.

Kendati demikian, Pangandaran belum dari sector infrastruktur belum memiliki hotel standar internasional. Sebab, salah satu indikator wisata dunia adalah memiliki hotel bertaraf internasional dengan berbagai fasilitas yang lengkap.   

Hal tersebut tercermin dari sekitar 340 hotel tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Bahkan, sesuai penelitian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pangandaran diketahui banyak hotel yang membuang limbah ke pantai.

Kepala Seksi Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Ratman, mengatakan, terungkap ada 13 titik pembuangan limbah yang mengarah ke laut secara langsung. Sehingga, dirinya membenarkan adanya hotel yang ada di Pangandaran belum memiliki IPAL.

“Beberapa waktu lalu saat ada tim dari Kementrian Lingkungan Hidup ke Pangandaran, mereka mengatakan pariwisata Pangandaran belum bertaraf Internasional yang salah satu faktornya adalah hotel belum memiliki IPAL,”  ungkapnya kepada HR Online, Selasa (16/05/2017) lalu.

Ia menegaskan, saat ini banyak hotel tengah berlomba meningkatkan agar bisa bertaraf internasional, namun sayangnya belum memiliki IPAL. Karena itu, kata Ratman, dirinya juga bingung meyakinkan untuk hotel yang di bawahnya yang memang sudah jelas belum memiliki IPAL. Sebab, kondisinya limbah hotel ditampung di tempat penampungan, sementara itu limbahnya tidak diolah dan kerap dibiarkan bahkan dibuang ke pantai.

Karena penampungan sementara limbah hotel banyak yang belum dibuka dan akhirnya limbah tersebut meresap kedalam tanah, lanjut Ratman, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada lingkungan masyarakat. Sebagai contohnya adalah air sungai yang berada di tengah kawasan wisata sudah ditemukan bintik-bintik yang menunjukan sudah tercemar meskipun masih dalam tahap toleran.

“Kajian penelitian ini sudah kami lakukan pada tahun 2016 lalu. Dan hasilnya air di Pangandaran terancam tercemar meski belum mencapai ambang batas 5 atau 10 tahun kedepan. Jika tidak segera diatasi, tentunya ini sangat mengkhawatirkan air yang ada di Pangandaran,” tegasnya.

Oleh karena itu, imbuh Ratman, pemerintah mendorong hotel-hotel di Pangandaran harus memiliki IPAL atau IPAL bersama sebagai upaya membangun Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia.

“Kita melalui Pak Kadis LHK sudah berupaya mengajukan permohonan dana sebesar Rp. 25 miliar ke Kementrian Lingkungan Hidup RI untuk mengurai Pencemaran Limbah B3 ke laut. Mudah-mudahan ada realisasinya,” pungkas Ratman. (Mad/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!