Momen Hardiknas, Sejumlah Kalangan di Banjar Soroti Kenakalan Remaja

04/05/2017 0 Comments
Momen Hardiknas, Sejumlah Kalangan di Banjar Soroti Kenakalan Remaja

Sejumlah oknum pelajar SMP tampak sedang pesta miras di sebuah jalan gang, tepatnya samping kampus SMPN 3 Banjar. Photo: Dokumen HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setiap tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Untuk memperingatinya banyak berbagai kegiatan yang bisa dilakukan. Namun, dalam dunia pendidikan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti anak putus sekolah, sarana pendidikan yang rusak, kenakalan pelajar, dan permasalahan lainnya.

Dalam sepekan terakhir ini, dunia pendidikan di Kota Banjar mendapat tamparan keras dari sejumlah oknum pelajar, seperti kasus digerebeknya lima oknum siswa/siswi yang tengah pesta miras, dan pencabulan yang dilakukan anak ingusan terhadap siswi kelas 1 SD di wilayah Kelurahan Banjar.

Tentunya hal ini menjadi sangat miris, karena di balik siswa yang lain sedang berlomba meraih berprestasi, baik di dunia seni dan otomotif, malah dikotori oleh oknum-oknum pelajar yang lepas kendali. Permasalahan kenakalan remaja ini pun mendapat tanggapan serius dari beberapa kalangan.

Salah satunya Boni Mastriolani, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (PP KPA) Kota Banjar. Menurutnya, masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, tapi belum matang untuk dikatakan dewasa.

Mereka biasanya masih mencari jati diri atau mencari pola hidup yang dijalani, seperti coba-coba meski melalui banyak kesalahan, misalnya narkoba, minuman keras (miras), dan seks bebas.

“Masalah-masalah kenakalan remaja atau oknum pelajar seperti ini kini makin marak. Untuk itu, masalah tersebut seharusnya mendapatkan perhatian serius dan mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, sehingga bisa terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan remaja,” kata Boni, kapada Koran HR, Selasa (02/05/2017) lalu.

Tanggapan serupa diungkapkan seorang aktivis HMI Kota Banjar, Ramdani, bahwa sudah 72 tahun Indonesia terpuruk dalam euforia kemerdekaan, dan sudah 19 tahun tertatih dalam reformasi yang melahirkan sebuah demokrasi yang janjinya akan membawa Indonesia lebih baik, lebih sejahtera, adil dan makmur.

“Semua itu hanya janji dari mereka yang menduduki roda kepemimpinan. Janji tersebut belum dapat dirasakan sepenuhnya, khususnya di Kota Banjar. Ini terbukti melihat kondisi sosial masyarakat, khususnya di Banjar, hampir tidak ada sentuhan dari pemerintah. Pemerintah cenderung menutup mata, menutup telinga, dan tidak mau tahu persoalan kontrol sosial di Kota Banjar,” katanya.

Menurut Ramdani, tentunya hal ini sangat berdampak negatif bagi generasi sekarang sampai generasi yang akan datang. Banyak tindakan kriminalitas yang dilakukan pemuda dan remaja, serta berbagai pelanggaran hukum, seperti konsumsi miras, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas.

Semua itu akibat kurangnya sumber daya manusia yang tidak mampu dikelola dengan baik oleh pemerintah. Dikarenakan pula tarif pendidikan di perguruan tinggi di Kota Banjar ini cukup tinggi, sehingga generasi muda tidak mampu memperdalam nilai intelektual dan spiritual. Ketika hal ini terjadi, maka akan berimbas terhadap ketatanan sosial.

“Harapan kami, dalam momentum Hardiknas ini bisa dijadikan wahana evaluasi oleh Pemkot Banjar. Sebab, ketidaksesuaian dalam perealisasian pendidikan sangat berimplikasi terhadap masa depan generasi bangsa saat ini. Fakta konkrit, saat itu terjadi, maka mereka lebih memilih jalan untuk bergaul bebas dan larut dalam tindakan-tindakan kenakalan remaja,” kata Ramdani. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!