PDIP Klaim Sudah Sepakat Berkoalisi dengan Golkar di Pilkada Ciamis dan Banjar

02/05/2017 0 Comments
PDIP Klaim Sudah Sepakat Berkoalisi dengan Golkar di Pilkada Ciamis dan Banjar

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, TB Hasanudin, didampingi Ketua DPC PDIP Kabupaten Ciamis, Oih Burhanudin, saat memberikan keterangan pers, usai melakukan konsolidasi politik bersama pengurus PAC dan ranting PDIP Kabupaten Ciamis, Minggu (30/04/2017). Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meski tahapan Pilkada Ciamis dan Pilkada Kota Banjar baru akan dimulai pada akhir tahun ini, namun konstelasi politik mulai bisa terpetakan. Hal itu menyusul pernyataan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, TB Hasanudin, yang mengklaim sudah bersepakat dengan Partai Golkar untuk melakukan koalisi di Pilkada Ciamis dan Kota Banjar.

Pernyataan TB Hasanudin itu disampaikan saat melakukan konsolidasi politik bersama pengurus PAC dan ranting PDIP Kabupaten Ciamis, di GOR Graha Ayu Ciamis, Minggu (30/04/2017).

Meski kedua partai besar ini belum mengantongi rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) masing-masing, namun pengurus di tingkat provinsi sudah bersepakat untuk melakukan koalisi. Dalam kesepakatan itu ditetapkan bahwa PDIP bersama Partai Golkar akan mengusung Iing Syam Arifin (Golkar) sebagai Calon Bupati Ciamis dan Oih Burhanudin (PDIP) sebagai Calon Wakil Bupati Ciamis. Koalisi yang sama pun akan dilakukan di Pilkada Kota Banjar.

TB Hasanudin, menegaskan, tercapainya kesepakatan koalisi antara PDIP dengan Golkar setelah dirinya berkomunikasi intens dengan Ketua Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) DPD Partai Golkar Jawa Barat, dr. Herman Sutrisno.

“Saya tegaskan untuk Pilkada Ciamis dan Pilkada Kota Banjar, PDIP dan Golkar sudah fix berkoalisi. Dimana Golkar mengusung calon bupati/walikota dan PDIP mengusung calon wakil bupati/walikota,”katanya.

TB menambahkan, keputusan itu diambil setalah pihaknya mencermati konstelasi politik yang berkembang di Ciamis dan Kota Banjar. Kemudian disusul dengan membangun komunikasi intens antara elite politik PDIP dan Golkar hingga akhirnya menghasilkan kesepakatan.

“Dasar kesepakatan ini pun dengan menimbang pada hasil suvey, dimana elektabilitas pasangan petahana Ciamis (Iing-Oih), misalnya, persentasinya di atas 70 persen. Dengan melihat hasil survey tersebut, tentunya untuk meraih kemenangan di Pilkada Ciamis cukup besar,” ungkapnya.

Ditanya soal keputusan PDIP sebagai parpol pemenang Pemilu di Kabupaten Ciamis rela menempatkan kadernya di posisi wakil bupati, TB mengatakan, hal itu tidak lepas dari komitmen yang terjalin antara PDIP dan Golkar, khususnya komitmen di tiga wilayah, yakni Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

“Jangan dilihat dari posisi nomor 1 atau nomor 2. Karena yang lebih penting adalah bahwa pasangan ini sudah teruji serta terbukti berbuat untuk kepentingan rakyat. Sehingga tingkat kepuasan masyarakat terhadap pasangan Iing- Oih cukup besar. Dengan begitu, peluang untuk menang kembali di Pilkada Ciamis cukup besar,”tegasnya.

TB juga meminta pasangan petahana agar semakin gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Selain itu, kata dia, pasangan petahana Iing-Oih pun harus bisa menuntaskan pekerjaan dengan baik hingga akhir periode nanti. “Jumlah kursi gabungan Golkar dan PDIP di Pilkada Ciamis dan Kota banjar tentunya sudah memenuhi syarat untuk mendaftarkan pasangan calon ke KPUD nanti,” imbuhnya.

Terkait adanya perbedaan pendapat di tubuh PDIP Kabupaten Ciamis dalam usulan pemaketan pasangan calon, TB Hasanudin, menegaskan, hal itu wajar terjadi dan merupakan bagian dari dinamika berdemokrasi.

“Namun, ketika partai sudah memutuskan pasangan calon yang dipertegas melalui rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum PDIP, maka semua kader harus bersatu dan solid mendukung keputusan partai. Apabila ada yang membelot, tentu sanksi pemecatan akan dikeluarkan,” tegasnya. (es/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!