Sanggar Seni Gundala di Banjar Eksis di Seni Koreografi

Sanggar Seni Gundala di Banjar Eksis di Seni Koreografi

Sanggar Tari Gundala saat tampil dengan grup musik dangdut Sekar Langit di Langensari, Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pelaku seni di Kota Banjar memang sangatlah banyak. Hal ini terbukti dengan banyaknya sanggar-sanggar seni, mulai dari sanggar tari, sanggar senam, sanggar musik tradisional, serta sanggar-sanggar seni lainnya.

Di Kota Banjar sendiri terdapat sanggar seni koreografi. Sanggar seni tersebut bernama Gugun dan Teman-teman Lama (Gundala). Sanggar seni pimpinan Gugun Gunara (32), di Lingkungan Haurmukti, RT. 1/1, Kelurahan/Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, ini baru satu tahun lebih berdiri, yakni pada awal bulan Maret 2016, dan sudah memiliki 33 anggota, mulai dari penari, nayaga dan crew.

Meski usia sanggar tersebut masih sangat muda, namun tawaran job dari berbagai daerah mulai berdatangan, seperti Bandung, Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Pangandaran, serta Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut Gugun, sanggar yang dipimpinnya ini lebih menitikberatkan pada tari modern. Sehingga dalam hal ini bisa menciptakan sebuah tarian yang meliputi gerak langkah, gerak tangan dan kaki, serta gerakan lainnya yang tersusun dalam suatu pola tarian. “Kami memang sudah beberapa kali tampil dalam sebuah pentas,” ujar Gugun, kepada Koran HR, Senin (08/05/2017) lalu.

Dia juga mengaku bahwa sanggar tarinya tersebut kini tengah bekerjasama dengan salah satu grup musik dangdut asal Kabupaten Cilacap, sebagai pengiring tarian dalam sebuah pentas dangdut.

“Untuk beberapa job ke depan, kami kini bekerjasama dengan grup musik dangdut Sekar Langit dari Cilacap,” imbuh pria yang juga seorang guru honorer di salah satu Madrasah Ibtidaiyah lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar.

Selain tari modern, sanggarnya pun menggeluti tari tradisional dan musik tradisional. Menurut Gugun, dalam hal ini ada tiga unsur dalam sebuah tarian, yakni perpaduan unsur wiraga (raga), wirama (irama), dan wirasa (rasa).

“Ketiga unsur tersebut melebur menjadi satu bentuk tarian yang harmonis, karena unsur dalam tari adalah gerak, sehingga di dalamnya membentuk tari yang dapat berdiri sendiri, bergabung, serta saling bersambungan,” pungkasnya. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles