Sejak Zaman Penjajahan, Tradisi Lesung di Jojogan Pangandaran Masih Terjaga

Sejak Zaman Penjajahan, Tradisi Lesung di Jojogan Pangandaran Masih Terjaga

Ibu-ibu di Desa Jojogan, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran saat melakukan tradisi tumbuk lesung sebagai ungkapan rasa syukur setelah panen. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Beragam cara dilakukan masyarakat Indonesia mensyukuri karunia Tuhan terutama usai pelaksanaan panen dari hasil bumi.

Di Desa Jojogan, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, ratusan warga tersebut melaksanakan tradisi pukul lesung setelah mereka melaksanakan panen padi maupun panen palawija dengan hasil melimpah.

Aceng, salah satu warga, mengatakan, tradisi lesung merupakan warisan para leluhur yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Sementara di Jojogan, tradisi tersebut selalu mengundang perhatian pengunjung baik dari lokal maupun mancanegara.

“Yang menjadi unik dalam tradisi tersebut adalah ibu-ibu memukul lesung yang seolah-seolah menumbuk padi diiringi dengan lagu-lagu khas daerah,” katanya kepada HR Online, Kamis (04/05/2017).

Sementara itu, Lasmini, salah seorang penumbuk lesung, mengatakan, jika tradisi lesung tersebut di Desa Jojogan sudah berlangsung sejak zaman penjajahan. Ia pun merasa bangga lantaran tradisi tersebut hingga saat ini masih bisa bertahan.

“Karena tradisi ini terus diwariskan ke tiap generasi, bahkan hingga saat ini, tradisi lesung selalu mendapatkan perhatian tersendiri bagi warga. Mudah-mudahan saja ini tidak punah meskipun sekarang zaman semakin modern,” ucapnya. (Ntang/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles