Sudah 1000 Lebih Warga Ciamis Alami Gangguan Jiwa

02/05/2017 0 Comments
Sudah 1000 Lebih Warga Ciamis Alami Gangguan Jiwa

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Kesehatan Ciamis mencatat sudah mencapai sekitar 1000 lebih warga Kabupaten Ciamis yang menderita penyakit gangguan jiwa dengan kategori ringan dan berat. Data tersebut diperoleh dari laporan seluruh puskesmas hingga tahun 2017.

“Data mencapai 1000 penderita lebih itu yang sudah ditangani oleh puskesmas. Dimungkinkan masih ada penderita gangguan jiwa yang belum tersentuh oleh petugas medis puskesmas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Engkan Iskandar, kepada Koran HR, Selasa (25/04/2017) lalu.

Meski angka penderita gangguan jiwa terbilang tinggi di Kabupaten Ciamis, namun Engkan mengaku pihaknya sudah melakukan penanganan serius hingga tak sedikit penderita yang kini sudah dinyatakan sembuh.

“Selain penanganan penyakit menular, kami pun konsen dalam menekan jumlah penderita gangguan jiwa. Alhasil, sudah banyak penderita yang kini sudah sembuh dan kembali bergaul di masyarakat,” ujarnya.

Engkan mencontohkan, seperti salah seorang perempuan yang menderita gangguan jiwa berat di Kecamatan Tambaksari, kini sudah sembuh dan bisa menikah. Sebelumnya, kata dia, perempuan itu mengalami depresi hingga dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat.

“Setelah mendapat laporan dari Puskesmas Tambaksari, penderita yang kategori berat itu langsung kami rujuk ke RSJ Cisarua. Setelah menjalani perawatan beberapa bulan di sana, kemudian dinyatakan sembuh dan cukup dilakukan rawat jalan. Dan ketika sudah menjalani rawat jalan, ternyata perkembangannya bagus. Kemudian perempuan itu melangsungkan pernikahan dengan pria normal,” ungkapnya.

Penderita gangguan jiwa yang sudah dinyatakan sembuh dan dikabarkan sudah kembali bergaul dengan masyarakat, lanjut Engkan, cukup banyak. Bahkan, mereka sudah kembali beraktivitas secara produktif. “Kebanyakan penderita gangguan jiwa ringan yang mudah sembuh. Sementara penderita gangguan jiwa berat, memang cukup lama disembuhkan dan bergantung pada dukungan keluarga serta lingkungannya,” ujarnya.

Engkan mengatakan, untuk menyembuhkan penderita gangguan jiwa, dibutuhkan peran keluarga dan lingkungan. Apabila pihak keluarganya terus memberikan support, tambah dia, tidak mustahil penderita gangguan jiwa berat pun dapat sembuhkan. “Apalagi kalau penyebab dia mengalami gangguan jiwa dari faktor keluarga. Jadi, si penderita harus dijauhkan dari traumatik penyebab dia mengalami gangguan jiwa,” ujarnya.

Engkan pun meminta peran aktif masyarakat dan pemerintah desa untuk melaporkan ke puskesmas terdekat apabila menemukan penderita gangguan jiwa di lingkungannya. “Karena petugas kami pun memiliki keterbatasan informasi. Makanya, untuk membantu menekan jumlah penderita gangguan jiwa di Ciamis, kami butuh bantuan dari masyarakat,” ujarnya.

Menurut Engkan, jumlah penderita gangguan jiwa terbanyak di Kabupaten Ciamis, terdapat di Kecamatan Purwadadi dan Sindangkasih. “Namun, jumlah penderita di setiap kecamatan pun hampir merata. Hanya jumlah paling banyak terdapat di Kecamatan Purwadadi dan Sindangkasih,” katanya.

Engkan pun mengaku belum mengetahui penyebab pasti terkait banyaknya penderita gangguan jiwa di Kecamatan Purwadadi dan Sidangkasih. “Untuk memastikan penyebab pastinya, tentu dibutuhkan penelitian dari para ahli. Namun dugaan sementara penyebab tingginya penderita gangguan jiwa di Ciamis lebih banyak disebabkan dari faktor ekonomi,” pungkasnya. (Bgj/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!