Tidak Ada Pasokan Air Irigasi, Ribuan Hektar Sawah di Ciamis Ini Mulai Kering

04/05/2017 0 Comments
Tidak Ada Pasokan Air Irigasi, Ribuan Hektar Sawah di Ciamis Ini Mulai Kering

Kondisi sawah yang hampir kering karena kekurangan air. Foto: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Akibat amblasnya dasar irigasi yang terletak di kawasan Pondokhuni BPH 2 Lakbok Utara yang terletak di Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar membuat petani di wilayah Kecamatan Lakbok dan Purwadadi Kabupaten Ciamis kelimpungan. Pasalnya, pasokan air yang digunakan untuk proses tanam tidak ada.

Sarno, petani asal Dusun Sukabagja, Desa Kalapasawit, Kecamatan Lakbok, yang juga sebagai tukang traktor, mengatakan, karena kondisi lahan pertanian yang tidak terairi air dari irigasi dan hampir kering, membuat tanah sawah semakin keras. Sehingga, sawah yang akan dibajak menggunakan traktor pun tidak bisa dilakukan.

“Kecuali pemilik sawah memaksakan kehendak dengan membuat sumur bor agar airnya tetap ada. Namun itu bagi pemilik sawah yang sanggup mengeluarkan modal lebih. Kalau petani biasa tentu sangat bergantung pada aliran air irigasi,” katanya kepada HR Online, Rabu (03/05/2017).

Ia berharap, pemerintah desa ataupun kecamatan, bahkan kabupaten, untuk segera mendesak pihak BBWS Citanduy secepatnya memperbaiki dasar irigasi yang amblas tersebut. Jika tidak segera ditangani, maka para petani akan merugi.

“Sawah saya juga sekarang jadi kering. Katanya Pemkab Ciamis menuntut percepatan tanam. Namun dengan kondisi ini, mereka juga harus tahu dan mengambil langkah nyata. Bukan hanya panen raya saja baru datang ke Lakbok,” ketusnya.

Kondisi dasar irigasi yang amblas dan membuat air yang mengalir tidak maksimal ke berbagai sawah di Kecamatan Lakbok dan Purwadadi Kabupaten Ciamis. Foto: Muhafid/HR

Hal senada juga diungkapkan Ekbang Desa Sukanagara, Dirwan. Menurutnya, puluhan ratusan warganya yang memang rata-rata berprofesi sebagai petani meminta kejelasan soal tidak adanya pasokan air ke sawah mereka.

“Karena peristiwa ini, kita yang kewalahan. Padahal, urusan infrastruktur irigasi itu bagian tanggungjawab BBWS Citanduy. Meski begitu, kami bersama desa lainnya sudah berusaha melaporkannya ke BBWS Citanduy. Jika tak kunjung direalisasikan, kita untuk sementara akan patungan dulu dengan desa lain,” katanya.

Perlu diketahui, kejadian amblasnya dasar irigasi tersebut terjadi pada Jum’at (28/04/2017) lalu. Akibat ditutup sementara sejak kejadian, lantaran airnya terhenti di lokasi tersebut, ribuan hektar sawah di wilayah Kecamatan Lakbok dan Purwadadi sekitar enam desa terdampak mengalami kekurangan air. (Muhafid/R6/HR-Online)

Berita Terkait

Dasar Irigasi Amblas, Ribuan Hektar Sawah di Lakbok dan Purwadadi Ciamis Terancam

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!