Walikota Banjar Tegaskan Kontribusi NU Bagi Bangsa tidak Bisa Diragukan

21/05/2017 0 Comments
Walikota Banjar Tegaskan Kontribusi NU Bagi Bangsa tidak Bisa Diragukan

Harlah NU ke-94 yang dikemas dengan sholawat dan istighotsah bersama di Alun-alun Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ratusan warga Nahdlatul Ulama datangi Alun-alun Kota Banjar untuk memperingati Harlah NU ke-94 yang dikemas dengan sholawat dan istighotsah bersama, Sabtu (20/05/2017).

Acara tersebut juga dihadiri jajaran Pemkot, Polres, Kodim 0613 Ciamis dan banom-banom NU. Sebelum acara dimulai, masyarakat yang hadir bersama-sama melantunkan sholawat yang langsung dipimpin Habib Umar Bafaqih dari Yogyakarta.

Ketua Panitia, H. Kaswad, mengatakan, PC NU Kota Banjar dalam memeriahkan Harlah NU ke-94 tiada lain untuk menjunjung tinggi kebhinekaan serta meneguhkan komitmen kebangsaan, yakni NKRI merupakan harga mati.

“Meskipun awalnya kita akan menghadirkan Ketum PBNU KH. Said Aqil Sirodj dalam kegiatan ini, namun karena beliau ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, akhirnya ada perwakilan dari PBNU,” tutur H. Kaswad dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, menyatakan Pemkot Banjar berterimakasih atas keberadaan NU yang mana telah berkontibusi nyata terhadap pembangunan baik di Kota Banjar maupun di Indonesia. Sebab, NU sebagai pelaku sejarah yang berhasil menjadi solusi dalam berbagai problema bangsa.

“Maka dari itu kami mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong, saling menghargai, menghormati satu sama lainnya. Dan juga kita bersama-sama menjadi pelopor pemersatu dari hal-hal menimbulkan perpecahan di Negara tercinta ini,” tegasnya.

Sementara itu, KH. Muhammad Muayit, perwakilan dari PBNU, mengatakan, bahwa keberadaan NU tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya Negara Indonesia. Hal itu ia ungkapkan ketika KH. Hasyim Asy’ari dimitai pendapat soal pantas tidaknya Pancasila menjadi salah satu dasar negara.

“Beliau (KH. Hasyim Asy’ari) melakukan istikhoroh dan membaca Surat Alfatihah hingga 300.000 kali hingga pada akhirnya mendapatkan petunjuk dari Alloh SWT melalui mimpi bahwa Pancasila sudah sesuai dengan ajaran Islam. Maka dari itu, jika ada kelompok yang berniat merubah 4 pilar bangsa ini dikhawatirkan kualat,” paparnya.

Ia menambahkan, masyarakat saat ini harus membuka lebar-lebar bahwa Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan berbagai suku, agama, budaya maupun bahasa. Apabila ada yang berusaha memecah belah keberagaman tersebut, tentu saja akan dilawan oleh bangsa ini.

“Saat ini saja Pemerintah sudah mengambil tindakan tegas bersama TNI, Polri maupun NU kepada sekelompok orang yang ingin memecah belah Indonesia. Apalagi secara sejarah sudah membuktikan bahwa upaya untuk merubah dasar negara seperti yang dilakukan DI TII ataupun PKI kandas di tengah jalan. Tentu hal itu karena adanya perlawanan dari pemerintah, TNI, Polisi, Ulama, santri maupun masyarakat. Jadi, sekali lagi kita akan lawan yang seperti itu,” tegasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!